Friday, October 10, 2014

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Nediana S.A

Apa yang terlintas dibenak kita ketika kita mendengar kata “mahasiswa”? mungkin tidak hanya satu jawaban yang akan terucap dari banyak orang dengan beranekaragam latar belakang pendidikan. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Ternyata dibalik statusnya itu, masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status mahasiswa untuk menunjukkan peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bila kita mengatakan bahwa hal-hal yang menyangkut kehidupan berbangsa adalah tanggung jawab mereka yang duduk di bangku DPR, DPRD, atau di banguku dewan lainnya, tampaknya anggapan itu perlu di pertanyakan lagi keabsahannya. Mengapa pula hanya mereka yang duduk di bangku dewan yang berperan dalam kehidupan berbangsa, padahal kita tahu bahwa kemerdekaan adalah milik segenap bangsa, dan bangsa adalah milik segenap rakyat. Jadi jelaslah bahwa yang akan berperan dalam kehidupan berbangsa adalah segenap penghuni bangsa itu sendiri.
Penghuni bangsa tersebut termasuk kita, para mahasiswa. Dalam sejarah perjuangan Indonesia pun, mahasiswa telah berperan dan telah mempolopori beberapa perubahan yang mempengaruhi kehidupan Bangsa Indonesia ke depan. Kejadian-kejadian nyata dalam sejarah Indonesia itu merupakan contoh konkret bahwa mahasiswa memiliki peran yang cukup penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sebagai generasi muda yang baik dan memiliki pemikiran terbuka, harus memikirkan cara-cara cerdas untuk menyampaikan aspirasi kita. Mahasiswa sering diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Tetapi, ada satu hal yang disayangkan dari para mahasiswa di era globalisasi yang serba modern seperti ini. Dengan masuknya beragam budaya baru dari dunia luar dan kemudahan informasi dimanapun kapanpun, mahasiswa justru menjadi perlahan mulai melupakan bangsanya. Banyak yang sibuk mengikuti tren kebarat-baratan dan beberapa malah menunjukkan sikap hedonism. Maka dari itu, sebagai pribadi yang memiliki sikap nasionalisme, sebaiknya kita mulai dari diri kita sendiri. Tetaplah berkontribusi dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk bangsa.

Sumber: Anangga, Sandy. 2010. Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://shandyananggakemarapermadi.blogspot.com/2010/05/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan.html (Diunduh: Jumat, 26 September 2014)
Ibrahim, Ansor. 2010. Perananan Mahasiswa Terhadap Kehidupan Berbangsa, dalam http://ansorpunya.blogspot.com/2010/11/peranan-mahasiswa-terhadap-kehidupan.html (Diunduh: Jumat, 26 September 2014)

Kritik Transportasi oleh Nediana S.A

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Grup Kerjasama Bilateral DPR (GKSB) Indonesia-Perancis, Abdilla Achmad, meminta pemerintah Prancis ikut serta dalam pembangunan transportasi di Indonesia.
"Kami meminta Perancis ikut serta membangun transportasi di Indonesia, di antaranya Mass Rapid Transit, Light Rail Transit, Bus Rapid Transit, serta monorel," ujar Achmad dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu.
Menurut anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Parta Hanura itu, hubungan antar kedua negara dapat diukur dengan kepentingan politik, sosial, dan budaya selain nilai perdagangan.
"Peningkatan hubungan Indonesia-Perancis diharapkan dapat mendekatkan budaya Eropa dan Asia," ujar dia.
Karena itu, parlemen Indonesia terus meningkatkan kerjasama dengan parlemen Prancis di bidang politik, sosial, budaya, maupun ekonomi.
"Kami pun juga mendorong kerjasama pembangunan mekanisme kemaritiman, navigasi maupun penataan pinggir pantai," kata dia.
Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) periode 2011-2025 merencanakan investasi 360 juta dolar Amerika Serikat untuk periode 2014-2019.
Sebesar 45 persen dari jumlah investasi tersebut diperuntukkan bagi infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, rel kereta api, dan produksi energi.
"Ini peluang bagi investor Prancis. Dalam konteks bilateral DPR dan Parlemen Prancis telah aktif bekerja sama dengan membentuk kelompok persahabatan di masing-masing parlemen," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Perancis- Indonesia, Jean-Jaques Guillet, mengatakan, Indonesia memainkan peran penting di kawasan ASEAN sebagai negara demokratis terbesar di dunia.
Editor: Ade Marboen

Sumber: Marboen, Ade. 2014. “Prancis Diminta Ikut Bangun Transportasi Indonesia” dalam http://www.antaranews.com/berita/454649/prancis-diminta-ikut-bangun-transportasi-indonesia (Diakses 10/10/2014)


Critical Analysis

Menurut saya, rencana pembangunan transportasi Indonesia yang melibatkan negara lain seperti yang ada diatas perlu diperhatikan benar-benar perjanjian kerja samanya. Terutama jika bekerja sama dengan negara maju seperti Prancis. Jangan sampai keikutsertaan negara-negara maju untuk melakukan pembangunan Indonesia membunuh investor lokal. Jika proyek-proyek kerja sama seperti ini tidak diperhatikan langkah dan teknisnya, maka akan semakin banyak investor luar negeri yang menanamkan modalnya di Indonesia tanpa melihat investor lokal. Jika pemerintah sudah dapat mengatur bahwa investor lokal dipastikan tidak rugi, hal tersebut tidak masalah. Namun yang terjadi di Indonesia pada beberapa daerah yaitu terlalu banyaknya investor asing yang justru meraup lebih banyak untung daripada investor lokal.
Untuk kerja sama dengan Prancis sendiri, Indonesia memang dapat mengambil pelajaran dari sistem transportasi yang ada di Prancis. Sistem transportasi Prancis yang menggunakan jaringan rel bawah tanah untuk metro mungkin bisa menjadikan pembelajaran bagi Indonesia supaya pembangunan Mass Rapid Transit, Light Rail Transit, Bus Rapid Transit, serta monorel tidak hanya menjadi wacana. Negara maju seperti Prancis pasti memiliki metode-metode sehingga dapat menciptakan system transportasi yang rapi dan mudah bagi masyarakatnya. Hal itu lah yang mungkin harus dipikirkan pemerintah. Bagaimana kerja sama tersebut bukan hanya menambah investor asing masuk kesini namun, melatih bangsa Indonesia sendiri untuk mempelajari metode Negara yang sudah berhasil untuk kemudian diterapkan disini.

Problem Solving oleh Nediana S.A

Metode pemecahan masalah (problem solving) sering dinamakan atau disebut juga dengan experiment  method, reflective thinking method, atau scientific method (Sudirman, dkk., 1991 : 146). Dengan demikian, metode pemecahan masalah (problem solving) adalah sebuah metode  pembelajaran yang berupaya membahas permasalahan untuk mencari pemecahan  atau jawabannya. Sebagaimana metode mengajar, metode pemecahan masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada para mahasiswa. Dengan metode ini, mahasiswa belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja metode ilmiah.
Dalam garis besarnya langkah-langkah metode pemecahan masalah (problem solving) dapat disarikan sebagai berikut:
a.        Adanya masalah yang dipandang penting;
b.        Merumuskan masalah;
c.        Analisa hipotesa;
d.       Mengumpulkan data;
e.        Analisa data;
f.         Mengambil kesimpulan
g.        Aplikasi (penerapan) dari kesimpulan yang diperoleh; dan
h.      Menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah (Depdikbud, 1997: 23). Sedangkan menurut Nahrowi Adjie dan Maulana  (2006 : 46-51) langkah-langkah penyelesaian masalah antara lain adalah; (1) memahami soal, (2) memilih pendekatan atau strategi, (3) menyelesaikan model, dan (4) menafsirkan solusi.
Metode problem solving ini juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya
1. Dengan metode problem solving akan terjadi pembelajaran bermakna. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan.
2. Dalam situasi metode problem solving, peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.
3. Metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.
Sumber: Mulyana, Aina. 2012. “Metode Pemecahan Masalah” (Problem Solving), dalam http://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/metode-pemecahan-masalah-problem.html. Diunduh: 07/10/2014

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh Nediana S.A

Mahasiswa. Kata tersebut merupakan gabungan dari kata ‘maha’ dan ‘siswa’. Maha memiliki arti sangat; amat; teramat’ besar. Sedangkan siswa sendiri berarti murid atau seseorang yang sedang belajar. Sehingga mahasiswa merupakan murid yang paling ‘besar’. Dimaksud paling besar karena mereka sedang menjalani tingkat pendidikan yang paling ‘besar’ atau ‘tinggi’ yaitu jenjang pendidikan perkuliahan. Semakin tinggi jenjang yang mereka dudukki, maka semakin besar pula tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa.

Berbeda dengan siswa, mahasiswa memiliki fungsi tersendiri bagi lingkungan dan bahkan bangsa. Mahasiswa berfungsi sebagai agent of change, yang berarti mahasiswa sebagai pelopor perubahan. Mahasiswa juga berfungsi sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang berakhlak mulia. Dan yang terakhir mahasiswa sebagai social control. Untuk melakukan fungsi tersebut, selain kemampuan akademis dan perilaku atau attitude yang baik, mahasiswa juga harus memiliki kreativitas. Menurut KBBI, kreatif berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan. Maka, kreativitas berarti kemampuan untuk menciptakan. Mahasiswa membutuhkan kreativitas karena, dengan kreativitas fungsi mahasiswa sebagai agent of change, social control maupun iron stock dapat lebih mudah dicapai. Dengan kreativitas, mahasiswa tidak hanya dapat menciptakan produk baru tetapi juga dalam menyelesaikan masalah. Seiring dengan berkembangnya dinamika zaman, masalah yang dihadapi oleh mahasiswa akan semakin beragam. Tantangan yang ada di depan mata juga semakin besar. Jika tidak ada inovasi dalam penyelesaian masalah, akan sulit untuk menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks dan maju.

Kreativitas sendiri terbagi atas 5 ring yaitu: (1) Existensial yaitu bagaimana menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada, (2) Relational/Communicational yaitu bagaimana menyampaikan kreatif existensial, agar kreatifitas tersebut dapat diketahui oleh orang lain, (3) Instrumental adalah bagaimana kita dapat menciptakan sebuah kreasi yang jika digunakan orang lain, manfaatnya dapat dirasakan serta membuatnya menjadi kreatif, (4) Orientasional merupakan penjadian kreativitas level-level sebelumnya menjadi bermanfaat bagi seluruh masyarakat, (5) Inovasinal yang berarti menciptakan kreativitas-kreativitas atau inovasi baru.

Pada intinya, kreativitas merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari diri mahasiswa. Kreativitas yang ada pada diri mahasiswa dapat menciptakan hal-hal baru dan yang belum terpikirkan oleh generasi tua. Kreativitas ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa dapat menjalankan ketiga fungsinya dengan baik.

Sumber: Carmelita, Putri. 2011. “Mahasiswa, Kreativitas, dan Inovasi”, dalam http://putricarmelita.wordpress.com/creativity-and-innovation/mahasiswa-kreativitas-dan-inovasi/. Diunduh: 07/10/2014




Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Mandiri dalam Mahasiswa oleh Avista D.



Pada dasarnya setiap individu diharuskan untuk memiliki sikap tanggung jawab dan mandiri. Jika kita mempunyai sikap tanggung jawab dan mandiri, maka kita akan siap untuk berkembang di dalam lingkungan manapun. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Kata mandiri sudah tidak asing kita dengar, ucapkan, pikirkan dan rasakan. Kemandirian berarti kemampuan seseorang untuk melakukan, memikirkan dan merasakan sesuatu, untuk mengatasi masalah, bersaing, mengerjakan tugas, dan mengambil keputusan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, serta tidak bergantung pada bantuan orang lain. Kemandirian merupakan aspek yang berkembang dalam diri setiap orang, yang bentuknya sangat beragam, pada tiap orang yang berbeda, tergantung pada proses perkembangan dan proses belajar yang dialami masing-masing orang.
Dengan demikian, alangkah baiknya jika kita melatih kemandirian sejak masa remaja, sangat penting agar kami lebih siap menghadapi masa depan. Perlu disadari bahwa tidak selamanya kita bisa bergantung kepada orang tua, baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Semakin cepat kita belajar mandiri akan semakin baik. Masa depan tergantung apa yang kita lakukan saat ini. Sebagai gambaran, remaja di beberapa Negara maju yang standar hidupnya lebih baik dari kita justru memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Ketika masa liburan tiba, mereka bekerja paruh waktu di restoran, toko kelontong, toko buku dan melakukan perkejaan lain untuk menambah uang saku mereka sendiri. Tidak ada rasa malu atau canggun bahkan mereka bangga bisa menhasilkan uang sendiri. Setelah dewasa, mereka terbiasa hidup berpisah dari orang tua dan mengambil keputusan bagi diri mereka sendiri.
Saat ini Indonesia membutuhkan generasi muda yang mandiri dan mampu memenuhi tuntutan zaman. Bukan rahasia lagi bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih lemah, baik dari segi mental maupun keterampilan. Padahal dalam era globalisasi, sumber daya manusia Indonesia tidak hanya menghadapi persaingan dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Saat ini untuk tenaga ahli dalam perusahaan perusahaan banyak yang didatangkan dari luar negeri. Bayangkan, lapangan pekerjaan di Indonesia sudah sempit dan harus menerima serbuan tenaga kerja dari luar negeri.Dalam kerangka globalisasi, peribadi pribadi yang mandiri sangat dibutuhkan untuk menjawab persaingan yang semakin ketat. Dunia berubah dengan cepat sehingga selalu dibutuhkan inisiatif baru untuk mengantisipasinya. Orang orang yang mandiri selalu memiliki inisiatif untuk menyelesaikan masalah, berpikir praktis, percaya diri, cepat bertindak, dan bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan permasalahannya. Dengan demikian, jelas bahwa sikap mandiri merupakan unsur penbentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penting untuk menghadapi globalisasi.
Sebuah bangsa terdiri atas individu individu. Apabila dalam individunya sudah tertanam sikap kemandirian, bangsa itu akan menjadi bangsa yang mandiri. Selama ini bangsa Indonesia masih belum bisa sepenuhnya menjadi bangsa yang mandiri. Kita memiliki modal alam yang melimpah, tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Sebagian besar perusahaan asing beroperasi di Indonesia, mereka yang mengolah sumber daya alam kita. Kita hanya sebagai kacung atau penonton, kita tidak memiliki modal, teknologi, dan keahlian untuk mengolah sumber daya alam kita sendiri. Kekayaan Sumber daya alam kita menjadi sumber pundi pundi uang bagi orang asing, walaupun pembagian keuntungan yang diberikan tentu belum bisa mensejahterakan masyarakat bahkan tidak jarang kita menikmati limbahnya saja.
Mahsiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, pada era modern seperti ini, mahasiswa sudah banyak melupakan peran dan tanggung jawabnya. Mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting, sedang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak pernah mereka perdulikan. Ini adalah tantangan bagi para mahasiswa untuk kembali meraih predikat mereka sebagai agent change. Dalam hal ini peran mahasiswa dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia adalah sebagai generasi pembangun bangsa yang menyampaikan nilai-nilai dan norma-normakebaikan pada bangsa ini, sebagai generasi pembangun, bukan generasi penerus, sebagai aktor yang akan menggantikan generasi yang sebelumnya. Sebagai mahasiswa kita juga bertanggung jawab akan kemajuan bangsa Indonesia karena dari tanah Indonesia inilah kita dilahirkan dan dibesarkan sehingga memperoleh predikat sebagai Mahasiswa Tanggung jawab, mahasiswa untuk membangun bangsa ini agar bangsa ini terus maju agar rakyatnya semakin sejahtera agar rakyatnya tidak terus menerus dibohongi oleh janji-janji palsu pemimpin bangsa, untuk tnggung jawab-tanggung jawab ynag sangat berat itulah Mahasiswa Indonesia harus bersinergi dan terus berjuang untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Jangan sampai Mahasiswa Indonesia sekarang ini menjadi generasi yang miskin akan perubahan yang tidsk mampu melakukan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa yang sesungguhnya.

Daftar Pustaka
Anonim. 2014. Tugas Esai Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Dalam http://id.scribd.com/doc/76901857/Tugas-Esai-Peran-Dan-Tanggung-Jawab-Mahasiswa-Dalam-Kehidupan-Berbangsa-Dan-Bernegara, diakses hari Senin 22 September 2014.
Anonim. 2011. Pentingnya Sikap Mandiri. Dalam http://keckotabangun.blogspot.com/2011/03/pentingnya-sikap-kemandirian.html, diakses hari Senin 22 September 2014.

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Avista D.



Kata mahasiswa mempunyai arti yang sangat luas. Ada yang mengatakan, mahasiswa adalah orang yang mempunyai predikat tertinggi setelah siswa. Ada juga yang mengatakan orang yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa, terdiri dari 2 kata yaitu maha yang berarti besar, dan siswa yang berarti orang yang sedang melakukan pembelajaran. Jadi menurut saya, mahasiswa adalah orang yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi, memiliki KTM, dan diakui oleh pemerintah serta mampu mencari ilmu sendiri karena sudah besar dengan tujan untuk mempersiapkan diri menjadi calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.
Telah kita ketahui bahwa Negara Indonesia terdiri dari berbagai pulau-pulau, dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwa di negara kita terdapat keanekaragaman bahasa, kemajemukan anutan agama, etnis dan bahkan perbedaan rasial, merupakan kekayaan budaya bangsa kita yang tidak ternilai harganya. Namun, sebagai anak bangsa telah bersumpah untuk bersatu nusa, satu bangsa dan  bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Artinya, bahasa Indonesia itu adalah bahasa persatuan, bukan satu-satunya bahasa yang diakui oleh bangsa dan negara. Kita koreksi kesalahpahaman itu dengan menegaskan kembali bahwa kita harus bersatu sebagai bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan “bhineka-tunggal-ika”. Kata perubahan sangat melekat sebagai identitas mahasiswa. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan perubahan kepada bangsa ini, dan dari mahasiswalah selaku pewaris munculnya berbagai gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan bangsa dan negara ini. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa. Di Indonesia, berawal dari gerakan Boedi Oetomo yang mempunyai tujuan “kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa” telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang positif terhadap perubahan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Mahasiswa selalu melahirkan pemikiran yang kritis, demokratis dan konstruktif, sebagai mahasiswa mungkin kita bertanya-tanya, sebenarnya apa fungsi mahasiswa, mahasiswa merupakan kaum akademis yang memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mahasiswa sebagai penyampai kebenaran atau agent of social control. Kedua, mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Ketiga, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan atau iron stock. Mahasiwa tidak hanya menyandang sebagai kaum akademis tetapi juga sebagai kaum yang memikul tanggung jawab lebih yaitu tanggung jawab untuk memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Tetapi untuk memerankannya kita sebagai mahasiswa tidak harus bertindak seperti kaum yang tidak punya intelektual seperti demo, membuat kerusuhan, bentrok dan lain sebagainya. Justru dengan tindakan seperti itu masyarakat justru tidak akan berempati terhadap kita, karena mereka menganggap bahwa mahasiswa sekarang kebanyakan hanya membuat kerusuhan, mereka mempunyai pemikiran tersebut karena sering melihat di televisi tentang pemberitaan tersebut. Padahal sebenarnya mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi mereka dan menyerukan pendapat-pendapat mereka, tetapi hanya saja caranya salah. Sehingga sebagai kaum akademis tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebutkarena itu sama halnya dengan mencoreng muka kita sendiri. Kesimpulannya, sebagai mahasiswa tugas kita tidak hanya duduk di depan meja mendengarkan dosen berbicara, tetapi kita punya peran lebih yaitu sebagai kaum yang nantinya akan menjadi pembaharu bangasa. Sebagai kaum yang akan menjadi penerus bangsa ini karena kalau bukan dari mahasiswa siapa lagi yang akan mewarisi bangsa yang penuh dengan potensi ini, kita sebagai mahasiswa nantinya harus bisa memaksimalkan kekayaan di bumi pertiwi ini, sekalipun bangsa ini memiliki keanekaragaman dalam berbagai hal tetapi itu bukan menjadi penghalang tetapi harus dibalik sebagai senjata persatuan untuk menyatukan bangsa ini dalam satu wadah yang utuh. Kita tidak boleh retak, kita harus bersatu untuk membangun bangsa yang kuat dan maju. Jadi sebagai mahasiswa kita harus menunjukkan dan menjalankan peran kita seutuhnya, kita harus mencontoh mahasiswa dimasa lampau yang rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk perubahan bangsa ini. jangan sia-siakan nyawa mereka dengan berhenti, tetapi hargai nyawa mereka dengan terus bergerak demi perubahan kearah yang lebih baik. Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai kapanpun ,gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi wahai para “agent of change”, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Pengertian Definisi Mahasiswa. dalam http://definisipengertian.com/2012/pengertian-definisi-mahasiswa-menurut-para-ahli/, diakses hari Senin 22 September 2014.
Anonim. 2013.Peran Mahasiswa dalam Keidupan. dalam http://sulambenangdisini.blogspot.com/2013/04/peran-mahasiswa-dalam-kehidupan.html, diakses hari Senin 22 September 2014.

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh Avista D.

Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat ketrampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat kontruktif realistik, artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berfikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Kreativitas merupakan jelmaan integrative 3 (tiga) factor utama dalam diri manusia, yaitu : pikiran, perasaan dan ketrampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, pesepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan factor ketrampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat mencapai level kreatif, ketiga faktor termaksud diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Polije sebagai perguruan tinggi vokasional sangat konsen terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian untuk mengasah kreatifitas dan talenta dan sekaligus menjadi bekal masa depan. Dengan penting dan strategis program tersebut selama 2 hari pada akhir pecan kemarin telah di adakan Workshop Penyusunan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan bekerjasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) dengan memberikan dana stimulus. Workshop ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna SOetrisno Widjaja serta di ikuti oleh 200 peserta yang berasal mahasiswa Polije dan sebagian kecil dari mahasiswa perguruan tinggi lain.
Direktur Polije dalam sambutannya menyampaikan perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan proposal PKM. “mahasiswa Polije perlu dimotivasi dan dibimbing untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas terhadap proposal PKM yang akan dibiayai DP2M” demikian kata pak Nanang. Berkaitan dengan evaluasi proposal menurut Ketua panitia Ir. M. Joko Wibowo, MT yang sekaligus Kepala P3M ada beberapa catatan. Menurut pak Bowo “kelemahan yang di alami mahasiswa pada umumnya yang menyangkut penggalian ide, sistematika proposal per wahana, ketajaman proposal serta metodologi”.
Narasumber Workshop penyusunan proposal PKM kali ini meliputi Dr. Mistaram dan Drs. Untung Santoso, M.Si. Kedua narasumber memaparkan tip dan trik bagaimana menyusun proposal secara rinci dan tuntas. Untuk memotivasi para peserta workshop dilakukan dengan memancing dengn dialog interaktif dengan target setiap peserta memahami dan mengerti sebagai bekal untuk menyusun proposal yang mempunyai standar sebagaimana yang diinginkan oleh DP2M.
Aleinikov, seorang pakar kelas dunia di bidang kreativitas yang telah menulis sekitar 100 buku dan artikel mengenai kreativitas dan inovasi menangkat sedikit mengenai novology. Novology membedakan  ada lima tingkatan universal dalam proses menciptakan hal baru. Lima tingkatan tersebut berlaku di alam semesta, hidup, sejarah, bidang pendidikan, dan lainnya. Kelima tingkatan tersebut adalah:
Dr. Andrei Aleinikov
Existential: Segala sesuatu ada yang mengawali terlebih dahulu, kemudian hal-hallain pun turut hadir mengikuti
Communicational: Ketika sesuatu telah tercpta, hal tersebut akan berhubungan atau berkomunikasi dengan proses lainnya.
Instrumental: Hubungan yang bersifat instrumental akan membawa kita menciptakan alat-alat atau alat-alat bantu.
Orientational: Alat-alat atau alat-alat bantu tersebut harus diarahkan kegunaannya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna (untuk lingkungan, masyarakat, sosial).
Innovational: Segala sesuatu yang diciptakan untuk masyarakat adalah inovasi yang memberikan objek baru, fitur baru, produk baru.
Sekarang kita telah melihat jelas bahwa kreatifitas dan inovasi tidak selalu harus menciptakan sesuatu dari nol, suatu modifikasi dan penambahan fitur pada ide yang telah ada pun telah masuk dalam kategori kreativitas,yang tentunya harus dapat diimpelemtasikan secara nyata dan bermanfaat. Lagi-lagi, mahasiswa adalah pelaku yang sangat dan harus potensial untuk memproduksinya. Disini, kita telah melihat sebuah peluang, bahwa usia mahasiswa sangat duibutuhkan oleh dunia dan masa depan untuk dapat berkreatifitas.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Kreatifitas Mahasiswa. Dalam http://www.polije.ac.id/id/berita/247-perkuat-kreatifitas-mahasiswa, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.
Anonim. tth. Kreativitas dan Mahasiswa. dalam http://heldira.wordpress.com/about/kreativitas-dan-mahasiswa/, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.