Transportasi
Pemerintah Daerah Se-Jabotabek Setuju Transportasi Massal
PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menaikkan tarif kereta rangkaian listrik Commuter Line AC se-Jabodetabek sebesar Rp.2.000 per 1 Oktober 2012.
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan seluruh kepala daerah di sekitar Jakarta sepaham soal transportasi massal yang terhubung antar-kawasan. "Mereka setuju ada moda transportasi massal yang bisa menghubungkan seluruh kawasan," ujarnya di Hotel Borobudur, Selasa, 23 September 2014.
Rabu pekan lalu, Ahok bertemu dengan kepala daerah dari Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta Tangerang Selatan. Hanya Pemerintah Kota Depok yang tidak mengirim perwakilannya. Dalam pertemuan di Wisma Nusantara itu, mereka membicarakan berbagai masalah perkotaan, khususnya soal transportasi.
"Saya sudah meminta supaya kota-kota di sekitar Jakarta terbuka kalau nanti Jakarta mau bikin rute MRT atau BRT sampai Bogor atau Tangerang," tutur Ahok. Dia mengklaim semua kepala daerah itu setuju. DKI Jakarta, kata dia, tidak perlu memberikan insentif tertentu untuk pembukaan trayek transportasi baru itu kepada pemerintah daerah setempat. "Ini sudah komitmen kami, ya saling membantulah."
Ahok menginginkan koridor MRT tidak hanya terbatas di dalam kota Jakarta, tapi memanjang hingga Bogor, Depok, dan Bekasi. Dengan begitu, ujar dia, kemacetan akan tereliminasi dan penduduk daerah tetangga yang bekerja di Jakarta akan lebih memilih naik transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.
Sumber :
Utama, Praga. 2014. “Pemerintah Daerah Se-Jabotabek Setuju Transportasi Massal”, dalam http://www.tempo.co/read/news/2014/09/24/231609241/Pemerintah-se-Jabotabek-Setuju-Transportasi- Massal. Diunduh Kamis, 9 Oktober 2014
Critical Review
Pendapat saya tentang artikel dari media massa di atas adalah sudah tepat apa yang telah direncanakan Pak Ahok. Dengan harapannya koridor MRT tidak hanya terbatas di dalam kota Jakarta, tetapi juga memanjang hingga Bogor, Depok, dan Bekasi. Supaya dapat menjangkau daerah-daerah yang jauh. Beliau berharap kemacetan akan tereliminasi dan penduduk daerah tetangg yang bekerja di Jakarta akan lebih memilih naik transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Namun hanya saja untuk saat ini pengerjaan proyek di Jakarta masih tersendat dan terkendala beberapa masalah yaitu berhentinya pembangunan proyek selama beberapa bulan akibat ditemukan masalah di lapangan salah satunya yakni masalah utilitas, seperti pipa gas, telepon, listrik, PAM, serta fiber optik. Selain masalah-masalah tersebut, MRT juga terkendala pembangunan jalan pengganti di lokasi Stasiun Lebak Bulus, Cipete, Haji Nawi, Blok A, dan Blok M, serta rencana lahan untuk pembangunan jalur layang transportasi berbasis rel itu di Jalan Kartini juga masih dalam tahap negosiasi harga.
Menurut saya pemerintah harus segera turun tangan untuk pembangunan MRT supaya masyarakat dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum, misalnya MRT. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang semakin menjadi-jadi. Pemerintah juga dapat melakukan sosialisasi penggunaan MRT supaya masyarakat lebh memahami keuntungan menggunakan angkutan umum. Dengan begitu masyarakat dapat menggunakan MRT sebagai alat transportasi sehari-hari.
No comments:
Post a Comment