Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Seorang yang menjalankan wirausaha harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah dalam usahanya.
Mahasiswa sebagai masyarakat intelektual dan sekaligus sebagaiwarganegara tentu saja memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan.Sebab, idealnya mahasiswa dituntut bukan hanya untuk cerdas dalam belajar,tetapi lebih dari pada itu juga harus kritis terhadap kenyataan sosial yang ada.Kenyataan inilah, makanya mahasiswa disebut sebagai agent of change meminjam istilah Auguste Comte atau agent of modernization dalam istilah lain Ali Syariati. Sebab, secara regeneratif segala bentuk kenyataan yang ada hari ini pasti diwariskan kepada mahasiswa yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai penggagas ide bagi kemajuan kehidupan sosial dan berbangsa.
Bagi para mahasiswa menjadi dewasa bukan hanya sebuah pilihan tetapi merupakan sebuah keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya dan bisa menjadi lebih mandiri baik mandiri secara pribadi maupun mandiri secara materi. Seorang mahasiswa yang mandiri dan dewasa dapat diketahui memiliki beberapa karakteristik, seperti disebutkan dalam sebuah akronim. Seorang yang dewasa biasanya memiliki sikap 3R (Reliable, Responsible, Reasonable). Reliable yang dalam bahasa Indonesia berarti “dapat diandalkan”, tentunya sikap ini harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yang dewasa dan mandiri. Karena mereka terkadang menjadi tumpuan teman2 atau orang2 yang ada di sekitarnya. Yang kedua adalah Responsible yang berarti orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat serta siap menanggung resiko apapun yang harus dihadapi. Terakhir sikap yang harus dimiliki mahasiswa adalah Reasonable yang berarti beralasan, karena setiap apapun yang dilakukannya haruslah dilandasi dengan dasar pemikiran dan tujuan yang jelas.
Menjadi mahasiswa tak lengkap rasanya kalau kita tidak mampu menyelesaikan sebuah masalah sendiri atau masih menggantungkan hidup kepada orang2 di sekitar tanpa adanya sebuah perubahan yang signifikan pada diri pribadi teman2. So, mulai dari sekarang mari kita rubah paradigma “tidak bisa” dengan “pasti bisa”. Mulailah berpegang dan yakin pada pendirian sendiri dan munculkan sikap serta naluri idealisme, berprinsip, dan berkarakter. Sehingga semua itu mampu memunculkan sikap mahasiswa yang dewasa dan mandiri.
Untuk itu, sejatinya mahasiswa harus menjadi insan-insan yang visioner, yaitu manusia yang berwawasan ke depan, yang berani bermimpi untuk membentangkan cita-cita yang luhur sejalan dengan semangat keilmuan yang diterimanya di kampus. Bagi orang yang visioner mimpi menjadi energi dahsyat untuk menggerakkannya menjadi kondisi luar biasa yang sesuai dengan mimpinya. Sebab itu, visioner juga artinya tidak bergantung kepada orang lain,yaitu mandiri dalam berpikir dan mandiri dalam bertindak, itu semua dibentuk didalam kampus dan tentu saja berakhlak luhur merupakan inti dari semua itu.
Sumber : Andrian, Bagus Arif. 2011. “Manusia dan Tanggung Jawab”. Dalam http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/. Diakses pada 10 Okteber 2014
Anonim. 2013. “Mahasiswa Mandiri dan Berfikiran Dewasa Versi MTA”. Dalam http://mahasiswatakabadi.wordpress.com/2013/06/27/mahasiswa-mandiri-dan-berfikiran-dewasa-versi-mta/. Diakses pada 10 Okteber 2014
Hidayat, Zialhaq. 2011. ”Tugas danTanggung Jawab Mahasiswa”. Dalam https://www.academia.edu/1177553/Tugas_dan_Tanggung_Jawab_Mahasiswa. Diakses pada 10 Oktober 2014
No comments:
Post a Comment