Friday, October 10, 2014

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh Nediana S.A

Mahasiswa. Kata tersebut merupakan gabungan dari kata ‘maha’ dan ‘siswa’. Maha memiliki arti sangat; amat; teramat’ besar. Sedangkan siswa sendiri berarti murid atau seseorang yang sedang belajar. Sehingga mahasiswa merupakan murid yang paling ‘besar’. Dimaksud paling besar karena mereka sedang menjalani tingkat pendidikan yang paling ‘besar’ atau ‘tinggi’ yaitu jenjang pendidikan perkuliahan. Semakin tinggi jenjang yang mereka dudukki, maka semakin besar pula tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa.

Berbeda dengan siswa, mahasiswa memiliki fungsi tersendiri bagi lingkungan dan bahkan bangsa. Mahasiswa berfungsi sebagai agent of change, yang berarti mahasiswa sebagai pelopor perubahan. Mahasiswa juga berfungsi sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang berakhlak mulia. Dan yang terakhir mahasiswa sebagai social control. Untuk melakukan fungsi tersebut, selain kemampuan akademis dan perilaku atau attitude yang baik, mahasiswa juga harus memiliki kreativitas. Menurut KBBI, kreatif berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan. Maka, kreativitas berarti kemampuan untuk menciptakan. Mahasiswa membutuhkan kreativitas karena, dengan kreativitas fungsi mahasiswa sebagai agent of change, social control maupun iron stock dapat lebih mudah dicapai. Dengan kreativitas, mahasiswa tidak hanya dapat menciptakan produk baru tetapi juga dalam menyelesaikan masalah. Seiring dengan berkembangnya dinamika zaman, masalah yang dihadapi oleh mahasiswa akan semakin beragam. Tantangan yang ada di depan mata juga semakin besar. Jika tidak ada inovasi dalam penyelesaian masalah, akan sulit untuk menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks dan maju.

Kreativitas sendiri terbagi atas 5 ring yaitu: (1) Existensial yaitu bagaimana menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada, (2) Relational/Communicational yaitu bagaimana menyampaikan kreatif existensial, agar kreatifitas tersebut dapat diketahui oleh orang lain, (3) Instrumental adalah bagaimana kita dapat menciptakan sebuah kreasi yang jika digunakan orang lain, manfaatnya dapat dirasakan serta membuatnya menjadi kreatif, (4) Orientasional merupakan penjadian kreativitas level-level sebelumnya menjadi bermanfaat bagi seluruh masyarakat, (5) Inovasinal yang berarti menciptakan kreativitas-kreativitas atau inovasi baru.

Pada intinya, kreativitas merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari diri mahasiswa. Kreativitas yang ada pada diri mahasiswa dapat menciptakan hal-hal baru dan yang belum terpikirkan oleh generasi tua. Kreativitas ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa dapat menjalankan ketiga fungsinya dengan baik.

Sumber: Carmelita, Putri. 2011. “Mahasiswa, Kreativitas, dan Inovasi”, dalam http://putricarmelita.wordpress.com/creativity-and-innovation/mahasiswa-kreativitas-dan-inovasi/. Diunduh: 07/10/2014




No comments:

Post a Comment