Friday, October 10, 2014

Penyelesaian dalam Suatu Masalah oleh M. Risky

Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.

Pemahaman  dan  kemampuan  pemecahan masalah mahasiswa yang belum maksimal tidak terlepas  dari  kualitas  proses  pembelajaran  yang diterapkan.  Jika  dosen  lebih  mendominasi  pembelajaran, maka  aktivitas  mahasiswa  lebih  banyak hanya sebatas mendengarkan dan mencatat apa yang diberikan dosen. Antusiasme  mahasiswa untuk bertanya, melakukan suatu eksperimen, berinteraksi positif antar mahasiswa dan berkreativitas  sering  terabaikan.  Dengan  demikian, mahasiswa tidak memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi dasar secara optimal. Kesulitan  dosen  mengubah  diri  dan  menyesuaikan proses  pembelajaran  dengan  perkembangan  zaman juga memberikan kontribusi pada rendahnya kualitas  proses  pembelajaran. Untuk  itu,  perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran di kelas  yang  menuntut  mahasiswa  belajar  lebih aktif sehingga proses pembelajaran menjadi berpusat  pada  mahasiswa  dan  peran  dosen  hanya sebagai fasilitator dan mediator.

Berdasarkan  hasil  observasi  selama  ini, terungkap  beberapa faktor  penyebab  munculnya permasalahan.  Faktor-faktor tersebut dapat  diuraikan  sebagai  berikut. Pertama,  mahasiswa tidak  mempersiapkan  diri  sebelum  mengikuti perkuliahan. Kedua,  penyajian  materi  masih terfokus  pada  penuangan  materi  sesuai  dengan target  kurikulum.  Hal  ini  berdampak  pada hilangnya  kontribusi  ide  mahasiswa  dalam  proses  pembelajaran  dan  kegagalan  dalam membekali  mahasiswa  untuk  memecahkan  persoalan dalam  kehidupan  jangka  panjang. Ketiga, mahasiswa kurang dilibatkan secara  aktif  untuk menampilkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Keempat,  mahasiswa  cenderung  memecahkan masalah secara mandiri. Hal ini berdampak pada munculnya sifat kompetisi pada diri mahasiswa. Mahasiswa  yang  mengalami  kesulitan  dalam memecahkan  masalah  cenderung  putus  asa. Kelima,  dosen  menghadapi kesulitan  dalam mengajarkan  cara  menyelesaikan  masalah  dengan baik. Di lain pihak, mahasiswa menghadapi kesulitan  dalam  menyelesaikan  masalah  yang diberikan oleh dosen.
Mungkin, semakin bertambahnya permasalahan menjadikan mahasiswa menjadi lebih mudah stres dan tertekan, sehingga stimulasi untuk belajar berpikir kreatif menjadi berkurang. Mungkin, saatnya melakukan kombinasi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi di mana metode tersebut bisa membuat mahasiswa merasa enjoy dan menikmati waktunya. Hal ini akan membantu mereka untuk melakukan relaxing terhadap kepenatan dan kejenuhan dalam mengisi hari-harinya. Pastinya, situasi yang relax dan enjoy ini harus tetap memberi makna, stimulus, sehingga tetap akan membantu mereka untuk belajar dengan lebih mudah dalam mencetuskan beragam gagasan yang dicurahkan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian mahasiswa akan mampu mendapatkan suatu pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan proporsi.
Dalam perkembangan saat ini tidak sedikit dijumpai mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan aspek-aspek berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa hanya terlatih dan terfokus pada satu alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi suatu persoalan. Mahasiswa kurang berani mengambil langkah beda karena takut dianggap aneh dan tidak normal oleh lingkungan dan hanya memikirkan benar atau salah (konvergen).
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.

Sumber :
Momoffive. 2012. Belajar Berpikir Kreatif: Solusi Tepat Menyelesaikan Masalah, dalam http://bloggoo.blogdetik.com. Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Rachmawati, Dewi Oktofa. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah, dalam http://ejournal.undiksha.ac.id . Diunduh tanggal 7 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment