Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.
Pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang belum maksimal tidak terlepas dari kualitas proses pembelajaran yang diterapkan. Jika dosen lebih mendominasi pembelajaran, maka aktivitas mahasiswa lebih banyak hanya sebatas mendengarkan dan mencatat apa yang diberikan dosen. Antusiasme mahasiswa untuk bertanya, melakukan suatu eksperimen, berinteraksi positif antar mahasiswa dan berkreativitas sering terabaikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi dasar secara optimal. Kesulitan dosen mengubah diri dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman juga memberikan kontribusi pada rendahnya kualitas proses pembelajaran. Untuk itu, perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran di kelas yang menuntut mahasiswa belajar lebih aktif sehingga proses pembelajaran menjadi berpusat pada mahasiswa dan peran dosen hanya sebagai fasilitator dan mediator.
Berdasarkan hasil observasi selama ini, terungkap beberapa faktor penyebab munculnya permasalahan. Faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, mahasiswa tidak mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan. Kedua, penyajian materi masih terfokus pada penuangan materi sesuai dengan target kurikulum. Hal ini berdampak pada hilangnya kontribusi ide mahasiswa dalam proses pembelajaran dan kegagalan dalam membekali mahasiswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Ketiga, mahasiswa kurang dilibatkan secara aktif untuk menampilkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Keempat, mahasiswa cenderung memecahkan masalah secara mandiri. Hal ini berdampak pada munculnya sifat kompetisi pada diri mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah cenderung putus asa. Kelima, dosen menghadapi kesulitan dalam mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Di lain pihak, mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dosen.
Mungkin, semakin bertambahnya permasalahan menjadikan mahasiswa menjadi lebih mudah stres dan tertekan, sehingga stimulasi untuk belajar berpikir kreatif menjadi berkurang. Mungkin, saatnya melakukan kombinasi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi di mana metode tersebut bisa membuat mahasiswa merasa enjoy dan menikmati waktunya. Hal ini akan membantu mereka untuk melakukan relaxing terhadap kepenatan dan kejenuhan dalam mengisi hari-harinya. Pastinya, situasi yang relax dan enjoy ini harus tetap memberi makna, stimulus, sehingga tetap akan membantu mereka untuk belajar dengan lebih mudah dalam mencetuskan beragam gagasan yang dicurahkan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian mahasiswa akan mampu mendapatkan suatu pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan proporsi.
Dalam perkembangan saat ini tidak sedikit dijumpai mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan aspek-aspek berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa hanya terlatih dan terfokus pada satu alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi suatu persoalan. Mahasiswa kurang berani mengambil langkah beda karena takut dianggap aneh dan tidak normal oleh lingkungan dan hanya memikirkan benar atau salah (konvergen).
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.
Sumber :
Momoffive. 2012. Belajar Berpikir Kreatif: Solusi Tepat Menyelesaikan Masalah, dalam http://bloggoo.blogdetik.com. Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Rachmawati, Dewi Oktofa. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah, dalam http://ejournal.undiksha.ac.id . Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
No comments:
Post a Comment