Friday, October 10, 2014

Foto Bersama Kakak Asuh




Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa oleh M. Risky

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat, Mahasiswa memliki tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.
Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang
1.  Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat
2.  Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan
3.  Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat
Berdasarkan pemikiran M.Hatta tersebut, dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis, dan selalu mengembangkan dirinya.
Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
Posisi mahasiswa cukuplah rentan, sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. Tak jarang kita berat sebelah, saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Saat kita berpihak pada realita, ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu.
Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha, dokter, dsb. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat.
Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.


Sumber :
Hadayati, Vera. 2012. Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa, dalam http://verahadiyati.blogspot.com,di unduh 25 September 2014

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh M. Risky

Jika bicara masalah tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa itu merupakan tanggung jawab mereka yang duduk dibangku DPR, DPRD, atau dewan yang mewakili lainnya. Padahal kita tahu bahwa kemerdekaan adalah milik segenap bangsa, dan bangsa adalah milik segenap rakyat. Jadi jelaslah bahwa yang akan berperan dalam kehidupan berbangsa adalah segenap penghuni bangsa itu sendiri. Mahasiswa merupakan penghuni bangsa itu sendiri jadi mahasiswa memiliki peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa sering diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Peran sentral perjuangan sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.
Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi. Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.
Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian
Mahasiswa yang memiliki peran penting dalam kehidupan berbngsa dan bernegara harus menunjukan hal – hal positif bangi bangsa dan negara bukan seperti saat ini banyak mahasiswa yang rusak moralnya  karena kurangnya pengetahuan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber :
ashsholikhin.2013. Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://ariesulistya.wordpress.com, diunduh 25 September 2014

Kritik Transportasi oleh M. Risky

Masalah Transportasi Publik di Indonesia

Transportasi publik adalah sebuah elemen yang sangat vital kalau kita ingin bicara menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Secara umum di Indonesia, kita belum memiliki moda transportasi yang mudah, aman, dan nyaman digunakan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain. Untuk itu, tidak heran tingkat pertumbuhan kendaraan pribadi melonjak terus dari tahun ke tahun.
Ketika isu subsidi BBM mau dikurangi, pertanyaan terbesarnya adalah akan disuruh naik apa nih orang-orang yang selama ini kebutuhan transportasinya bergantung pada transportasi pribadi? Angkot atau metromini bentuknya tidak ada yang layak dan tidak aman, kereta armadanya minim sehingga sumpek dan sering ada gangguan, bahkan menggunakan trans jakarta pun jadi serem sekarang karena kemarin ada yang kebakaran. Jadi menurut saya pembangunan transportasi publik yang baik adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, sebelum Jakarta keburu penuh kayak sekarang.
Saya sendiri termasuk pengguna kendaraan pribadi, itu karena tidak ada transportasi publik yang menurut saya mudah, aman, dan nyaman. Kalau saya disuruh pindah ke singapore atau korea, saya mana mau capek-capek nyetir kalau kita bisa dengan mudah bepergian menggunakan bis yang bersih, kereta yang nyaman, dan MRT yang tepat waktu. Jadi memang revolusi transportasi di Indonesia haruslah digalakan dengan sangat serius. Subsidi BBM boleh saja kalau mau dicabut, asalkan uangnya digunakan untuk membangun moda transportasi publik yang bagus secara besar-besaraN
Pagi tadi saya mendengar di radio kalau di Bandung Raya akan segera dibangun mono rail (utk jangka waktu 25 tahun). Lalu kemarin saya lewat di daerah fatmawati hingga sudirman, terlihat proyek MRT di kota jakarta sudah mulai digarap. Memang hitungannya terlambat, tapi harus ada yang segera memulai. Beruntung sekarang orang baik sudah bisa jadi pemimpin di negeri ini sehingga bisa membuat kebijakan yang memang membantu rakyatnya.
Keberadaan transportasi publik yang mudah, aman, dan nyaman itu sangat penting tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tapi juga bisa untuk mengurangi konsumsi BBM, bisa untuk meningkatkan efisiensi beraktivitas, bisa untuk menarik wisatawan lebih banyak, bisa untuk menghidupkan daerah-daerah yang belum merata pertumbuhannya, bisa untuk meningkatkan happiness index, dan banyak lagi lainnya. Jadi pemerintah ini sekarang harus banget memperhatinkan transportasi publik dengan lebih serius lagi.

Daftar Pustaka : Ardisasmita, Adam.2014,Masalah Transportasi Publik di Indonesia, dalam http://ardisaz.com, diunduh 07 oktober 2014


Kritik
       Indonesia yang memiliki kota – kota metropolisan seharusnya memilik pelayanan transportasi yang layak. Pemerintah harusnya perhatiaan kepada kondisi transportasi umum di Indonesia, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan khusus untuk mereka para penggendara transportasi umum. Transportasi di Indonesia identik dengan ugal – ugalan, perampokan, kecelakan, dan kotor. Para calon penumpang takut untuk mengambil risiko tersebut karena sopir – sopir di Indonesia tidak memikirkan kepuasan pelanggan namun mereka memikirkan kepuasan dirinya sendiri kalau bisa mereka harus mendapatkan penumpang sebanyak – banyaknya tanpa memikirkan risiko.
              Ibukota Indonesia sendiri Jakarta harusnya susah memiliki transportasi yan layak sehingga kita tidak harus malu jika orang asing berkunjung ke negara kita. Jika para supir diberikan bekal tentang menjaga transportasi yang baik dan layak huni karena jika para supir pandai mengendarai dan pandai merawat kendaraan maka para penumpangpun rebutan untuk menaiki transportasi umum tersebut.
              Indonesia harus belajar denngan negara – negara tetangga mengenai transportasi kotanya seperti Singapore yang memiliki MRT yang layak huni dan juga tepat waktu jadi kita dapat mengetahui dengan benar kapan kedatangan MRT selanjutnya dan masih banyak lagi yang harus kita terapkan di Indonesia.  Masyarakat Indonesia akan lebih suka menggunakan transportasi umum nantinya jika transportasi di Indonesia telah layak, aman dan bersih karena menggunakan transportasi umum bisa mengurangi kemacetan, polusi udara, dll. Kita sebagai calon planner sudah seharusnya memikirkan solusi, ide terbaik untuk kemajuan bangsa yang lebih baik.

Penyelesaian dalam Suatu Masalah oleh M. Risky

Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.

Pemahaman  dan  kemampuan  pemecahan masalah mahasiswa yang belum maksimal tidak terlepas  dari  kualitas  proses  pembelajaran  yang diterapkan.  Jika  dosen  lebih  mendominasi  pembelajaran, maka  aktivitas  mahasiswa  lebih  banyak hanya sebatas mendengarkan dan mencatat apa yang diberikan dosen. Antusiasme  mahasiswa untuk bertanya, melakukan suatu eksperimen, berinteraksi positif antar mahasiswa dan berkreativitas  sering  terabaikan.  Dengan  demikian, mahasiswa tidak memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi dasar secara optimal. Kesulitan  dosen  mengubah  diri  dan  menyesuaikan proses  pembelajaran  dengan  perkembangan  zaman juga memberikan kontribusi pada rendahnya kualitas  proses  pembelajaran. Untuk  itu,  perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran di kelas  yang  menuntut  mahasiswa  belajar  lebih aktif sehingga proses pembelajaran menjadi berpusat  pada  mahasiswa  dan  peran  dosen  hanya sebagai fasilitator dan mediator.

Berdasarkan  hasil  observasi  selama  ini, terungkap  beberapa faktor  penyebab  munculnya permasalahan.  Faktor-faktor tersebut dapat  diuraikan  sebagai  berikut. Pertama,  mahasiswa tidak  mempersiapkan  diri  sebelum  mengikuti perkuliahan. Kedua,  penyajian  materi  masih terfokus  pada  penuangan  materi  sesuai  dengan target  kurikulum.  Hal  ini  berdampak  pada hilangnya  kontribusi  ide  mahasiswa  dalam  proses  pembelajaran  dan  kegagalan  dalam membekali  mahasiswa  untuk  memecahkan  persoalan dalam  kehidupan  jangka  panjang. Ketiga, mahasiswa kurang dilibatkan secara  aktif  untuk menampilkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Keempat,  mahasiswa  cenderung  memecahkan masalah secara mandiri. Hal ini berdampak pada munculnya sifat kompetisi pada diri mahasiswa. Mahasiswa  yang  mengalami  kesulitan  dalam memecahkan  masalah  cenderung  putus  asa. Kelima,  dosen  menghadapi kesulitan  dalam mengajarkan  cara  menyelesaikan  masalah  dengan baik. Di lain pihak, mahasiswa menghadapi kesulitan  dalam  menyelesaikan  masalah  yang diberikan oleh dosen.
Mungkin, semakin bertambahnya permasalahan menjadikan mahasiswa menjadi lebih mudah stres dan tertekan, sehingga stimulasi untuk belajar berpikir kreatif menjadi berkurang. Mungkin, saatnya melakukan kombinasi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi di mana metode tersebut bisa membuat mahasiswa merasa enjoy dan menikmati waktunya. Hal ini akan membantu mereka untuk melakukan relaxing terhadap kepenatan dan kejenuhan dalam mengisi hari-harinya. Pastinya, situasi yang relax dan enjoy ini harus tetap memberi makna, stimulus, sehingga tetap akan membantu mereka untuk belajar dengan lebih mudah dalam mencetuskan beragam gagasan yang dicurahkan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian mahasiswa akan mampu mendapatkan suatu pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan proporsi.
Dalam perkembangan saat ini tidak sedikit dijumpai mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan aspek-aspek berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa hanya terlatih dan terfokus pada satu alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi suatu persoalan. Mahasiswa kurang berani mengambil langkah beda karena takut dianggap aneh dan tidak normal oleh lingkungan dan hanya memikirkan benar atau salah (konvergen).
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.

Sumber :
Momoffive. 2012. Belajar Berpikir Kreatif: Solusi Tepat Menyelesaikan Masalah, dalam http://bloggoo.blogdetik.com. Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Rachmawati, Dewi Oktofa. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah, dalam http://ejournal.undiksha.ac.id . Diunduh tanggal 7 Oktober 2014

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh M. Risky

Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya,  barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain : Banyak membaca, sering berdiskusi, mendengar keluhan kritik dan saran, mengagumi dan meniknati alam, berfikir tidak mengikuti mainstream, berdoa dan memohon petunjuk dari sang pencipta.

Kreatif adalah sebuah kata sifat untuk menggambarkan sesuatu yang dari tidak ada menjadi ada, dari bahan mentah menjadi bahan jadi, dari sesuatu yang tidak berbentuk menjadi sesuatu yang indah, atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang menjadi sesuatu yang bermanfaat buat orang. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orang tua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak mahasiswa merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja. Padahal, hal itu tidak benar. Houtz (seorang psikolog) juga menekankan bahwa kreativitas bukanlah suatu bakat yang dianugerahkan sejak lahir, melainkan sesuatu yang harus diusahakan dengan kerja keras. Menurutnya, orang-orang kreatif adalah mereka yang memiliki kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka, agar kreativitas meningkat, mahasiswa ditekankan harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung di forum maupun organisasi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut.

Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreatifitas sangatlah penting.  Dengan meningkatkan peran dan kreatifitas serta akhlak dan kebaikan moral maka akan terciptanya mahasiswa yang mampu untuk berinovasi dan bersaing secara global. Jika semua hal ini dikolaborasikan maka lengkap sudahlah semua aspek yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi globalisasi. Dengan siapnya mahasiswa menghadapi persaingan global, maka siap pula lah Indonesia terjun ke pasar global. Sebagai mahasiswa yang di anggap sebagai calon pemimpin bangsa dan sebagai agen perubah, banyak harapan dan saran yang muncul bagi mahasiswa tersebut. Dan diharapkan mahasiswa dapat membawa Indonesia tidak terjerumus ke dalam dampak negatif era globalisasi ini. Maka dari itu persiapkanlah dirimu sedini mungkin untuk turut serta meramaikan globalisasi, karena Indonesia butuh peran dan kreatifitas mahasiswa untuk menghadapi globalisasi.

Sumber :
Suyanto.2005 Rahasia Menuai Bisnis Tanpa Uang.Yogyakarta:penerbit andi
Suyanto.2006 Merubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan.Yogyakarta:penerbit andi
Suprapti, Novi. 2010. Pentingnya Kreativitas Dalam Kehidupan,dalam http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/14/pentingnya-kreativitas-dalam-kehidupan-316324.html,diunduh tanggal 7 Oktober 2014



Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa oleh Nediana S.A

Dalam dunia pendidikan, sikap disiplin dan tanggung jawab sangat diperlukan. Terutama dalam diri pelajar, khususnya mahasiswa. Disiplin dan tanggung jawab merupakan salah satu kunci untuk membentuk mahasiswa menjadi lebih berkualitas dan menjadi kunci sukses di masa depan. Menurut Gerakan Disiplin Nasional (GDN 1996:29-30) menyatakan “disiplin adalah alat untuk menciptakan perilaku dan tata tertib manusia sebagai pribadi maupun sebagai kelompok masyarakat. Disiplin disini berarti hukuman atau sanksi yang berbobot mengatur dan mengendalikan perilaku”. Sedangkan menurut Rachman (1999:168) menyatakan Disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa disiplin merupakan suatu hal untuk mengatur manusia melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diharapkan lingkungan supaya segala sesuatunya berjalan secara teratur.

Sedangkan pengertian tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “keadaan wajib menaggung segala sesuatunya”. Sering kita jumpai orang berilmu tinggi tetapi tidak mampu berbuat banyak dengan ilmunya, karena kurang disiplin. Sebaliknya, banyak orang yang tingkat ilmunya biasa-biasa saja tetapi justru mencapai kesuksesan luar biasa, karena sangat disiplin dalam hidupnya. Tidak ada lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan disiplin kepada anak didiknya. Semua pasti sepakat, rencana sehebat apapun akan gagal di tengah jalan ketika tidak ditunjang dengan disiplin. Maka dari itu, disiplin sudah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang yang ingin sukses. Dengan disiplin, orang akan dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan target atau renananya. Tanpa disiplin dan ketepatan waktu, bisa terjadi tugas terbengkalai satu per satu, dan pada akhirnya tidak ada yang terselesaikan.
Begitupula dengan tanggung jawab. Disiplin tanpa didampingi dengan rasa tanggung jawab juga akan membuat segala sesuatunya berjalan kurang lancar. Karena seperti dijelaskan diatas, tanggung jawab adalah sikap yang menanggung segala sesuatunya. Jika kita bisa menyelesaikan apa yang ditanggungkan kepada kita, pasti orang lain akan memberikan tanggung jawab lagi bahkan lebih besar dari tanggungan yang sebelumnya. Hal inilah yang menjadikan kita berkembang menjadi pribadi yang memiliki tanggung jawab lebih besar lagi, dan pastinya apresiasi lebih besar juga dari lingkungan. Disiplin yang dilakukan secara seimbang antara urusan ibadah dan kerja, akhirat dan dunia, itulah yang akan mengantarkan kaum beriman kepada kesuksesan.

Sumber: Husnaini, M. 2013. Pentingnya Disiplin, dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/09/04/mskuuv-pentingnya-disiplin (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Andrian, Bagus Arif. 2011. Manusia dan Tanggung Jawab, dalam http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/ (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Tomyli, Suratman K. 2011. Disiplin Belajar Mahasiswa, dalam http://suratman-manajemenpendidikan.blogspot.com/2011/11/makalah-disiplin-belajar-mahasiswa.html (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Nediana S.A

Apa yang terlintas dibenak kita ketika kita mendengar kata “mahasiswa”? mungkin tidak hanya satu jawaban yang akan terucap dari banyak orang dengan beranekaragam latar belakang pendidikan. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Ternyata dibalik statusnya itu, masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status mahasiswa untuk menunjukkan peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bila kita mengatakan bahwa hal-hal yang menyangkut kehidupan berbangsa adalah tanggung jawab mereka yang duduk di bangku DPR, DPRD, atau di banguku dewan lainnya, tampaknya anggapan itu perlu di pertanyakan lagi keabsahannya. Mengapa pula hanya mereka yang duduk di bangku dewan yang berperan dalam kehidupan berbangsa, padahal kita tahu bahwa kemerdekaan adalah milik segenap bangsa, dan bangsa adalah milik segenap rakyat. Jadi jelaslah bahwa yang akan berperan dalam kehidupan berbangsa adalah segenap penghuni bangsa itu sendiri.
Penghuni bangsa tersebut termasuk kita, para mahasiswa. Dalam sejarah perjuangan Indonesia pun, mahasiswa telah berperan dan telah mempolopori beberapa perubahan yang mempengaruhi kehidupan Bangsa Indonesia ke depan. Kejadian-kejadian nyata dalam sejarah Indonesia itu merupakan contoh konkret bahwa mahasiswa memiliki peran yang cukup penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sebagai generasi muda yang baik dan memiliki pemikiran terbuka, harus memikirkan cara-cara cerdas untuk menyampaikan aspirasi kita. Mahasiswa sering diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Tetapi, ada satu hal yang disayangkan dari para mahasiswa di era globalisasi yang serba modern seperti ini. Dengan masuknya beragam budaya baru dari dunia luar dan kemudahan informasi dimanapun kapanpun, mahasiswa justru menjadi perlahan mulai melupakan bangsanya. Banyak yang sibuk mengikuti tren kebarat-baratan dan beberapa malah menunjukkan sikap hedonism. Maka dari itu, sebagai pribadi yang memiliki sikap nasionalisme, sebaiknya kita mulai dari diri kita sendiri. Tetaplah berkontribusi dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk bangsa.

Sumber: Anangga, Sandy. 2010. Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://shandyananggakemarapermadi.blogspot.com/2010/05/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan.html (Diunduh: Jumat, 26 September 2014)
Ibrahim, Ansor. 2010. Perananan Mahasiswa Terhadap Kehidupan Berbangsa, dalam http://ansorpunya.blogspot.com/2010/11/peranan-mahasiswa-terhadap-kehidupan.html (Diunduh: Jumat, 26 September 2014)

Kritik Transportasi oleh Nediana S.A

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Grup Kerjasama Bilateral DPR (GKSB) Indonesia-Perancis, Abdilla Achmad, meminta pemerintah Prancis ikut serta dalam pembangunan transportasi di Indonesia.
"Kami meminta Perancis ikut serta membangun transportasi di Indonesia, di antaranya Mass Rapid Transit, Light Rail Transit, Bus Rapid Transit, serta monorel," ujar Achmad dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu.
Menurut anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Parta Hanura itu, hubungan antar kedua negara dapat diukur dengan kepentingan politik, sosial, dan budaya selain nilai perdagangan.
"Peningkatan hubungan Indonesia-Perancis diharapkan dapat mendekatkan budaya Eropa dan Asia," ujar dia.
Karena itu, parlemen Indonesia terus meningkatkan kerjasama dengan parlemen Prancis di bidang politik, sosial, budaya, maupun ekonomi.
"Kami pun juga mendorong kerjasama pembangunan mekanisme kemaritiman, navigasi maupun penataan pinggir pantai," kata dia.
Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) periode 2011-2025 merencanakan investasi 360 juta dolar Amerika Serikat untuk periode 2014-2019.
Sebesar 45 persen dari jumlah investasi tersebut diperuntukkan bagi infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, rel kereta api, dan produksi energi.
"Ini peluang bagi investor Prancis. Dalam konteks bilateral DPR dan Parlemen Prancis telah aktif bekerja sama dengan membentuk kelompok persahabatan di masing-masing parlemen," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Perancis- Indonesia, Jean-Jaques Guillet, mengatakan, Indonesia memainkan peran penting di kawasan ASEAN sebagai negara demokratis terbesar di dunia.
Editor: Ade Marboen

Sumber: Marboen, Ade. 2014. “Prancis Diminta Ikut Bangun Transportasi Indonesia” dalam http://www.antaranews.com/berita/454649/prancis-diminta-ikut-bangun-transportasi-indonesia (Diakses 10/10/2014)


Critical Analysis

Menurut saya, rencana pembangunan transportasi Indonesia yang melibatkan negara lain seperti yang ada diatas perlu diperhatikan benar-benar perjanjian kerja samanya. Terutama jika bekerja sama dengan negara maju seperti Prancis. Jangan sampai keikutsertaan negara-negara maju untuk melakukan pembangunan Indonesia membunuh investor lokal. Jika proyek-proyek kerja sama seperti ini tidak diperhatikan langkah dan teknisnya, maka akan semakin banyak investor luar negeri yang menanamkan modalnya di Indonesia tanpa melihat investor lokal. Jika pemerintah sudah dapat mengatur bahwa investor lokal dipastikan tidak rugi, hal tersebut tidak masalah. Namun yang terjadi di Indonesia pada beberapa daerah yaitu terlalu banyaknya investor asing yang justru meraup lebih banyak untung daripada investor lokal.
Untuk kerja sama dengan Prancis sendiri, Indonesia memang dapat mengambil pelajaran dari sistem transportasi yang ada di Prancis. Sistem transportasi Prancis yang menggunakan jaringan rel bawah tanah untuk metro mungkin bisa menjadikan pembelajaran bagi Indonesia supaya pembangunan Mass Rapid Transit, Light Rail Transit, Bus Rapid Transit, serta monorel tidak hanya menjadi wacana. Negara maju seperti Prancis pasti memiliki metode-metode sehingga dapat menciptakan system transportasi yang rapi dan mudah bagi masyarakatnya. Hal itu lah yang mungkin harus dipikirkan pemerintah. Bagaimana kerja sama tersebut bukan hanya menambah investor asing masuk kesini namun, melatih bangsa Indonesia sendiri untuk mempelajari metode Negara yang sudah berhasil untuk kemudian diterapkan disini.

Problem Solving oleh Nediana S.A

Metode pemecahan masalah (problem solving) sering dinamakan atau disebut juga dengan experiment  method, reflective thinking method, atau scientific method (Sudirman, dkk., 1991 : 146). Dengan demikian, metode pemecahan masalah (problem solving) adalah sebuah metode  pembelajaran yang berupaya membahas permasalahan untuk mencari pemecahan  atau jawabannya. Sebagaimana metode mengajar, metode pemecahan masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada para mahasiswa. Dengan metode ini, mahasiswa belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja metode ilmiah.
Dalam garis besarnya langkah-langkah metode pemecahan masalah (problem solving) dapat disarikan sebagai berikut:
a.        Adanya masalah yang dipandang penting;
b.        Merumuskan masalah;
c.        Analisa hipotesa;
d.       Mengumpulkan data;
e.        Analisa data;
f.         Mengambil kesimpulan
g.        Aplikasi (penerapan) dari kesimpulan yang diperoleh; dan
h.      Menilai kembali seluruh proses pemecahan masalah (Depdikbud, 1997: 23). Sedangkan menurut Nahrowi Adjie dan Maulana  (2006 : 46-51) langkah-langkah penyelesaian masalah antara lain adalah; (1) memahami soal, (2) memilih pendekatan atau strategi, (3) menyelesaikan model, dan (4) menafsirkan solusi.
Metode problem solving ini juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya
1. Dengan metode problem solving akan terjadi pembelajaran bermakna. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan.
2. Dalam situasi metode problem solving, peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.
3. Metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.
Sumber: Mulyana, Aina. 2012. “Metode Pemecahan Masalah” (Problem Solving), dalam http://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/metode-pemecahan-masalah-problem.html. Diunduh: 07/10/2014

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh Nediana S.A

Mahasiswa. Kata tersebut merupakan gabungan dari kata ‘maha’ dan ‘siswa’. Maha memiliki arti sangat; amat; teramat’ besar. Sedangkan siswa sendiri berarti murid atau seseorang yang sedang belajar. Sehingga mahasiswa merupakan murid yang paling ‘besar’. Dimaksud paling besar karena mereka sedang menjalani tingkat pendidikan yang paling ‘besar’ atau ‘tinggi’ yaitu jenjang pendidikan perkuliahan. Semakin tinggi jenjang yang mereka dudukki, maka semakin besar pula tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa.

Berbeda dengan siswa, mahasiswa memiliki fungsi tersendiri bagi lingkungan dan bahkan bangsa. Mahasiswa berfungsi sebagai agent of change, yang berarti mahasiswa sebagai pelopor perubahan. Mahasiswa juga berfungsi sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang berakhlak mulia. Dan yang terakhir mahasiswa sebagai social control. Untuk melakukan fungsi tersebut, selain kemampuan akademis dan perilaku atau attitude yang baik, mahasiswa juga harus memiliki kreativitas. Menurut KBBI, kreatif berarti memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan. Maka, kreativitas berarti kemampuan untuk menciptakan. Mahasiswa membutuhkan kreativitas karena, dengan kreativitas fungsi mahasiswa sebagai agent of change, social control maupun iron stock dapat lebih mudah dicapai. Dengan kreativitas, mahasiswa tidak hanya dapat menciptakan produk baru tetapi juga dalam menyelesaikan masalah. Seiring dengan berkembangnya dinamika zaman, masalah yang dihadapi oleh mahasiswa akan semakin beragam. Tantangan yang ada di depan mata juga semakin besar. Jika tidak ada inovasi dalam penyelesaian masalah, akan sulit untuk menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks dan maju.

Kreativitas sendiri terbagi atas 5 ring yaitu: (1) Existensial yaitu bagaimana menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada, (2) Relational/Communicational yaitu bagaimana menyampaikan kreatif existensial, agar kreatifitas tersebut dapat diketahui oleh orang lain, (3) Instrumental adalah bagaimana kita dapat menciptakan sebuah kreasi yang jika digunakan orang lain, manfaatnya dapat dirasakan serta membuatnya menjadi kreatif, (4) Orientasional merupakan penjadian kreativitas level-level sebelumnya menjadi bermanfaat bagi seluruh masyarakat, (5) Inovasinal yang berarti menciptakan kreativitas-kreativitas atau inovasi baru.

Pada intinya, kreativitas merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari diri mahasiswa. Kreativitas yang ada pada diri mahasiswa dapat menciptakan hal-hal baru dan yang belum terpikirkan oleh generasi tua. Kreativitas ini sangat dibutuhkan agar mahasiswa dapat menjalankan ketiga fungsinya dengan baik.

Sumber: Carmelita, Putri. 2011. “Mahasiswa, Kreativitas, dan Inovasi”, dalam http://putricarmelita.wordpress.com/creativity-and-innovation/mahasiswa-kreativitas-dan-inovasi/. Diunduh: 07/10/2014




Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Mandiri dalam Mahasiswa oleh Avista D.



Pada dasarnya setiap individu diharuskan untuk memiliki sikap tanggung jawab dan mandiri. Jika kita mempunyai sikap tanggung jawab dan mandiri, maka kita akan siap untuk berkembang di dalam lingkungan manapun. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Kata mandiri sudah tidak asing kita dengar, ucapkan, pikirkan dan rasakan. Kemandirian berarti kemampuan seseorang untuk melakukan, memikirkan dan merasakan sesuatu, untuk mengatasi masalah, bersaing, mengerjakan tugas, dan mengambil keputusan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, serta tidak bergantung pada bantuan orang lain. Kemandirian merupakan aspek yang berkembang dalam diri setiap orang, yang bentuknya sangat beragam, pada tiap orang yang berbeda, tergantung pada proses perkembangan dan proses belajar yang dialami masing-masing orang.
Dengan demikian, alangkah baiknya jika kita melatih kemandirian sejak masa remaja, sangat penting agar kami lebih siap menghadapi masa depan. Perlu disadari bahwa tidak selamanya kita bisa bergantung kepada orang tua, baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Semakin cepat kita belajar mandiri akan semakin baik. Masa depan tergantung apa yang kita lakukan saat ini. Sebagai gambaran, remaja di beberapa Negara maju yang standar hidupnya lebih baik dari kita justru memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Ketika masa liburan tiba, mereka bekerja paruh waktu di restoran, toko kelontong, toko buku dan melakukan perkejaan lain untuk menambah uang saku mereka sendiri. Tidak ada rasa malu atau canggun bahkan mereka bangga bisa menhasilkan uang sendiri. Setelah dewasa, mereka terbiasa hidup berpisah dari orang tua dan mengambil keputusan bagi diri mereka sendiri.
Saat ini Indonesia membutuhkan generasi muda yang mandiri dan mampu memenuhi tuntutan zaman. Bukan rahasia lagi bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih lemah, baik dari segi mental maupun keterampilan. Padahal dalam era globalisasi, sumber daya manusia Indonesia tidak hanya menghadapi persaingan dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Saat ini untuk tenaga ahli dalam perusahaan perusahaan banyak yang didatangkan dari luar negeri. Bayangkan, lapangan pekerjaan di Indonesia sudah sempit dan harus menerima serbuan tenaga kerja dari luar negeri.Dalam kerangka globalisasi, peribadi pribadi yang mandiri sangat dibutuhkan untuk menjawab persaingan yang semakin ketat. Dunia berubah dengan cepat sehingga selalu dibutuhkan inisiatif baru untuk mengantisipasinya. Orang orang yang mandiri selalu memiliki inisiatif untuk menyelesaikan masalah, berpikir praktis, percaya diri, cepat bertindak, dan bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan permasalahannya. Dengan demikian, jelas bahwa sikap mandiri merupakan unsur penbentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penting untuk menghadapi globalisasi.
Sebuah bangsa terdiri atas individu individu. Apabila dalam individunya sudah tertanam sikap kemandirian, bangsa itu akan menjadi bangsa yang mandiri. Selama ini bangsa Indonesia masih belum bisa sepenuhnya menjadi bangsa yang mandiri. Kita memiliki modal alam yang melimpah, tetapi belum bisa mengolahnya sendiri. Sebagian besar perusahaan asing beroperasi di Indonesia, mereka yang mengolah sumber daya alam kita. Kita hanya sebagai kacung atau penonton, kita tidak memiliki modal, teknologi, dan keahlian untuk mengolah sumber daya alam kita sendiri. Kekayaan Sumber daya alam kita menjadi sumber pundi pundi uang bagi orang asing, walaupun pembagian keuntungan yang diberikan tentu belum bisa mensejahterakan masyarakat bahkan tidak jarang kita menikmati limbahnya saja.
Mahsiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, pada era modern seperti ini, mahasiswa sudah banyak melupakan peran dan tanggung jawabnya. Mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting, sedang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak pernah mereka perdulikan. Ini adalah tantangan bagi para mahasiswa untuk kembali meraih predikat mereka sebagai agent change. Dalam hal ini peran mahasiswa dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia adalah sebagai generasi pembangun bangsa yang menyampaikan nilai-nilai dan norma-normakebaikan pada bangsa ini, sebagai generasi pembangun, bukan generasi penerus, sebagai aktor yang akan menggantikan generasi yang sebelumnya. Sebagai mahasiswa kita juga bertanggung jawab akan kemajuan bangsa Indonesia karena dari tanah Indonesia inilah kita dilahirkan dan dibesarkan sehingga memperoleh predikat sebagai Mahasiswa Tanggung jawab, mahasiswa untuk membangun bangsa ini agar bangsa ini terus maju agar rakyatnya semakin sejahtera agar rakyatnya tidak terus menerus dibohongi oleh janji-janji palsu pemimpin bangsa, untuk tnggung jawab-tanggung jawab ynag sangat berat itulah Mahasiswa Indonesia harus bersinergi dan terus berjuang untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Jangan sampai Mahasiswa Indonesia sekarang ini menjadi generasi yang miskin akan perubahan yang tidsk mampu melakukan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa yang sesungguhnya.

Daftar Pustaka
Anonim. 2014. Tugas Esai Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Dalam http://id.scribd.com/doc/76901857/Tugas-Esai-Peran-Dan-Tanggung-Jawab-Mahasiswa-Dalam-Kehidupan-Berbangsa-Dan-Bernegara, diakses hari Senin 22 September 2014.
Anonim. 2011. Pentingnya Sikap Mandiri. Dalam http://keckotabangun.blogspot.com/2011/03/pentingnya-sikap-kemandirian.html, diakses hari Senin 22 September 2014.

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Avista D.



Kata mahasiswa mempunyai arti yang sangat luas. Ada yang mengatakan, mahasiswa adalah orang yang mempunyai predikat tertinggi setelah siswa. Ada juga yang mengatakan orang yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa, terdiri dari 2 kata yaitu maha yang berarti besar, dan siswa yang berarti orang yang sedang melakukan pembelajaran. Jadi menurut saya, mahasiswa adalah orang yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi, memiliki KTM, dan diakui oleh pemerintah serta mampu mencari ilmu sendiri karena sudah besar dengan tujan untuk mempersiapkan diri menjadi calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.
Telah kita ketahui bahwa Negara Indonesia terdiri dari berbagai pulau-pulau, dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwa di negara kita terdapat keanekaragaman bahasa, kemajemukan anutan agama, etnis dan bahkan perbedaan rasial, merupakan kekayaan budaya bangsa kita yang tidak ternilai harganya. Namun, sebagai anak bangsa telah bersumpah untuk bersatu nusa, satu bangsa dan  bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Artinya, bahasa Indonesia itu adalah bahasa persatuan, bukan satu-satunya bahasa yang diakui oleh bangsa dan negara. Kita koreksi kesalahpahaman itu dengan menegaskan kembali bahwa kita harus bersatu sebagai bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan “bhineka-tunggal-ika”. Kata perubahan sangat melekat sebagai identitas mahasiswa. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan perubahan kepada bangsa ini, dan dari mahasiswalah selaku pewaris munculnya berbagai gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan bangsa dan negara ini. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa. Di Indonesia, berawal dari gerakan Boedi Oetomo yang mempunyai tujuan “kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa” telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang positif terhadap perubahan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Mahasiswa selalu melahirkan pemikiran yang kritis, demokratis dan konstruktif, sebagai mahasiswa mungkin kita bertanya-tanya, sebenarnya apa fungsi mahasiswa, mahasiswa merupakan kaum akademis yang memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mahasiswa sebagai penyampai kebenaran atau agent of social control. Kedua, mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Ketiga, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan atau iron stock. Mahasiwa tidak hanya menyandang sebagai kaum akademis tetapi juga sebagai kaum yang memikul tanggung jawab lebih yaitu tanggung jawab untuk memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Tetapi untuk memerankannya kita sebagai mahasiswa tidak harus bertindak seperti kaum yang tidak punya intelektual seperti demo, membuat kerusuhan, bentrok dan lain sebagainya. Justru dengan tindakan seperti itu masyarakat justru tidak akan berempati terhadap kita, karena mereka menganggap bahwa mahasiswa sekarang kebanyakan hanya membuat kerusuhan, mereka mempunyai pemikiran tersebut karena sering melihat di televisi tentang pemberitaan tersebut. Padahal sebenarnya mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi mereka dan menyerukan pendapat-pendapat mereka, tetapi hanya saja caranya salah. Sehingga sebagai kaum akademis tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebutkarena itu sama halnya dengan mencoreng muka kita sendiri. Kesimpulannya, sebagai mahasiswa tugas kita tidak hanya duduk di depan meja mendengarkan dosen berbicara, tetapi kita punya peran lebih yaitu sebagai kaum yang nantinya akan menjadi pembaharu bangasa. Sebagai kaum yang akan menjadi penerus bangsa ini karena kalau bukan dari mahasiswa siapa lagi yang akan mewarisi bangsa yang penuh dengan potensi ini, kita sebagai mahasiswa nantinya harus bisa memaksimalkan kekayaan di bumi pertiwi ini, sekalipun bangsa ini memiliki keanekaragaman dalam berbagai hal tetapi itu bukan menjadi penghalang tetapi harus dibalik sebagai senjata persatuan untuk menyatukan bangsa ini dalam satu wadah yang utuh. Kita tidak boleh retak, kita harus bersatu untuk membangun bangsa yang kuat dan maju. Jadi sebagai mahasiswa kita harus menunjukkan dan menjalankan peran kita seutuhnya, kita harus mencontoh mahasiswa dimasa lampau yang rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk perubahan bangsa ini. jangan sia-siakan nyawa mereka dengan berhenti, tetapi hargai nyawa mereka dengan terus bergerak demi perubahan kearah yang lebih baik. Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai kapanpun ,gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi wahai para “agent of change”, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Pengertian Definisi Mahasiswa. dalam http://definisipengertian.com/2012/pengertian-definisi-mahasiswa-menurut-para-ahli/, diakses hari Senin 22 September 2014.
Anonim. 2013.Peran Mahasiswa dalam Keidupan. dalam http://sulambenangdisini.blogspot.com/2013/04/peran-mahasiswa-dalam-kehidupan.html, diakses hari Senin 22 September 2014.

Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh Avista D.

Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat ketrampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapinya. Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat kontruktif realistik, artinya kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berfikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Kreativitas merupakan jelmaan integrative 3 (tiga) factor utama dalam diri manusia, yaitu : pikiran, perasaan dan ketrampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, pesepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan factor ketrampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat mencapai level kreatif, ketiga faktor termaksud diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Polije sebagai perguruan tinggi vokasional sangat konsen terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian untuk mengasah kreatifitas dan talenta dan sekaligus menjadi bekal masa depan. Dengan penting dan strategis program tersebut selama 2 hari pada akhir pecan kemarin telah di adakan Workshop Penyusunan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan bekerjasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) dengan memberikan dana stimulus. Workshop ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna SOetrisno Widjaja serta di ikuti oleh 200 peserta yang berasal mahasiswa Polije dan sebagian kecil dari mahasiswa perguruan tinggi lain.
Direktur Polije dalam sambutannya menyampaikan perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan proposal PKM. “mahasiswa Polije perlu dimotivasi dan dibimbing untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas terhadap proposal PKM yang akan dibiayai DP2M” demikian kata pak Nanang. Berkaitan dengan evaluasi proposal menurut Ketua panitia Ir. M. Joko Wibowo, MT yang sekaligus Kepala P3M ada beberapa catatan. Menurut pak Bowo “kelemahan yang di alami mahasiswa pada umumnya yang menyangkut penggalian ide, sistematika proposal per wahana, ketajaman proposal serta metodologi”.
Narasumber Workshop penyusunan proposal PKM kali ini meliputi Dr. Mistaram dan Drs. Untung Santoso, M.Si. Kedua narasumber memaparkan tip dan trik bagaimana menyusun proposal secara rinci dan tuntas. Untuk memotivasi para peserta workshop dilakukan dengan memancing dengn dialog interaktif dengan target setiap peserta memahami dan mengerti sebagai bekal untuk menyusun proposal yang mempunyai standar sebagaimana yang diinginkan oleh DP2M.
Aleinikov, seorang pakar kelas dunia di bidang kreativitas yang telah menulis sekitar 100 buku dan artikel mengenai kreativitas dan inovasi menangkat sedikit mengenai novology. Novology membedakan  ada lima tingkatan universal dalam proses menciptakan hal baru. Lima tingkatan tersebut berlaku di alam semesta, hidup, sejarah, bidang pendidikan, dan lainnya. Kelima tingkatan tersebut adalah:
Dr. Andrei Aleinikov
Existential: Segala sesuatu ada yang mengawali terlebih dahulu, kemudian hal-hallain pun turut hadir mengikuti
Communicational: Ketika sesuatu telah tercpta, hal tersebut akan berhubungan atau berkomunikasi dengan proses lainnya.
Instrumental: Hubungan yang bersifat instrumental akan membawa kita menciptakan alat-alat atau alat-alat bantu.
Orientational: Alat-alat atau alat-alat bantu tersebut harus diarahkan kegunaannya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna (untuk lingkungan, masyarakat, sosial).
Innovational: Segala sesuatu yang diciptakan untuk masyarakat adalah inovasi yang memberikan objek baru, fitur baru, produk baru.
Sekarang kita telah melihat jelas bahwa kreatifitas dan inovasi tidak selalu harus menciptakan sesuatu dari nol, suatu modifikasi dan penambahan fitur pada ide yang telah ada pun telah masuk dalam kategori kreativitas,yang tentunya harus dapat diimpelemtasikan secara nyata dan bermanfaat. Lagi-lagi, mahasiswa adalah pelaku yang sangat dan harus potensial untuk memproduksinya. Disini, kita telah melihat sebuah peluang, bahwa usia mahasiswa sangat duibutuhkan oleh dunia dan masa depan untuk dapat berkreatifitas.

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Kreatifitas Mahasiswa. Dalam http://www.polije.ac.id/id/berita/247-perkuat-kreatifitas-mahasiswa, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.
Anonim. tth. Kreativitas dan Mahasiswa. dalam http://heldira.wordpress.com/about/kreativitas-dan-mahasiswa/, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.

Problem Solving oleh Avista D.

Penyelesaian terhadap Suatu Masalah

Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.
Langkah-Langkah Pemecahan Masalah
1. Ada banyak cara untuk memecahkan masalah, dan itu akan tergantung pada situasi anda, pengalaman anda, pengetahuan anda, sikap anda, dan masalah anda untuk menentukan pendekatan yang terbaik.
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.

4 Langkah Penyelesaian Masalah menurut G. Polya
Goerge Polya dalam bukunya How To Solve It, memberikan saran untuk mengajar mahasiswa matematika dan mini ensiklopedia istilah heuristik. Buku yang telah diterjemahkan dalam 17 bahasa dan telah terjual lebih dari satu juta eksemplar ini, memperkenalkan 4 langkah dalam penyelesaian masalah yang disebut Heuristik. Heuristik adalah suatu langkah-langkah umum yang memandu pemecah masalah dalam menemukan solusi masalah. Heuristik tidak menjamin solusi yang tepat, tetapi hanya memandu dalam menemukan solusi dan tidak menuntut langkah berurutan. 4 langkah tersebut yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan melihat kembali

1. Memahami Masalah
Pelajar seringkali gagal dalam menyelesaikan masalah karena semata-mata mereka tidak memahami masalah yang dihadapinya. Atau mungkin ketika suatu masalah diberikan kepada anak dan anak itu langsung dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan benar, namun soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah. Untuk dapat memahami suatu masalah yang harus dilakukan adalah pahami bahasa atau istilah yang digunakan dalam masalah tersebut, merumuskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, apakah informasi yang diperoleh cukup, kondisi/syarat apa saja yang harus terpenuhi, nyatakan atau tuliskan masalah dalam bentuk yang lebih operasional sehingga mempermudah untuk dipecahkan. Kemampuan dalam menyelesaikan suatu masalah dapat diperoleh dengan rutin menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil dari banyak penelitian, anak yang rutin dalam latihan pemecahan masalah akan memiliki nilai tes pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang jarang berlatih mengerjakan soal-soal pemecahan masalah. Selain itu, ketertarikan dalam menghadapi tantangan dan kemauan untuk menyelesaikan masalah merupakan modal utama dalam pemecahan masalah.
2. Merencanakan Pemecahan
Memilih rencana pemecahan masalah yang sesuai bergantung dari seberapa sering pengelaman kita menyelesaikan masalah sebelumnya. Semakin sering kita mengerjakan latihan pemecahan masalah maka pola penyelesaian masalah itu akan semakin mudah didapatkan. Untuk merencanakan pemecahan masalah kita dapat mencari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi atau mengingat-ingat kembali masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan sifat / pola dengan masalah yang akan dipecahkan. Kemudian barulah menyusun prosedur penyelesaiannya.
3. Melaksanakan Rencana
Langkah ini lebih mudah dari pada merencanakan pemecahan masalah, yang harus dilakukan hanyalah menjalankan strategi yang telah dibuat dengan ketekunana dan ketelitian untuk mendapatkan penyelesaian.
4. Melihat Kembali
Kegiatan pada langkah ini adalah menganalisi dan mengevaluasi apakah strategi yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar, apakah ada strategi lain yang lebih efektif, apakah strategi yang dibuat dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sejenis, atau apakah strategi dapat dibuat generalisasinya. Ini bertujuan untuk menetapkan keyakinan dan memantapkan pengalaman untuk mencoba masalah baru yang akan datang.

Daftar Pustaka
Anonim. Teknik Pemecahan Masalah. Dalam http://www.akuinginsukses.com/teknik-pemecahan-masalah/, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.
Dianiveby. 2013. Langkah Penyelesaian Masalah. Dalam http://dianiveby.blogspot.com/2012/06/4-langkah-penyelesaian-masalah-menurut.html, diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.

Kritik Transportasi oleh Avista D.

Masalah Transportasi di Perkotaan

Kemacetan dan kesemrawutan semakin mengancam kota Jakarta. Rencana-rencana untuk mengatasi masalah transportasi tidak disertai dengan langkah menekan laju konsumsi kendaraan bermotor dan pembenahan sistem transportasi umum yang murah, massal, dan layak. Kiranya tak kurang keluhan, umpatan, sampai pembahasan tentang masalah kemacetan disertai dengan wacana solusinya. Kota ini, setiap hari, menampung 12 juta orang (pada waktu siang) dengan 7,1 juta unit kendaraan bermotor di jalan-jalan. Setiap hari orang-orang harus terjebak macet dan harus menyesuaikan diri terhadap keadaan darurat ini. Selain kerugian-kerugian materil, keselamatan pemakai jalan juga menjadi taruhan. Pada rapat kerja Presiden SBY menyampaikan kritik, bahwa pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta hanya “pepesan kosong”. Tapi dapat dimengerti, bahwa kebijakan-kebijakan Presiden punya andil yang tidak sedikit dalam menciptakan “pepesan kosong” tersebut.
Masalah transportasi berhubungan dengan masalah ekonomi yang lebih kompleks. Sejak cengkraman neoliberalisme menguat, sebelas tahun terakhir, semakin banyak rakyat di pedesaan yang tidak lagi mempunyai sumber penghidupan memadai, sehingga memilih berpindah ke kota. Urbanisasi menjadi fenomena yang berlangsung relatif lebih cepat dibandingkan beberapa masa sebelumnya. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di sejumlah kota lain. Padahal perpindahan tersebut seringkali tidak membuat tingkat kesejahteraan rakyat meningkat. Perlu disebutkan bahwa dalam kehidupan perkotaan ini terkandung kegiatan “ekonomi industri” bercorak kapitalisme, yang menuntut ratusan ribu sampai jutaan orang bergerak dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Menjawab masalah bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang tinggi tersebut, ternyata, pembangunan sistem transportasi massal yang murah dan ramah lingkungan jauh tertinggal, dibandingkan laju penjualan kendaraan bermotor. Apalagi pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki dan pengayuh sepeda. Sistem pemasaran kendaraan bermotor pribadi melalui kredit murah seakan menjadi solusi yang “lebih menguntungkan” bagi para pemakai jalan, di tengah terbatasnya pilihan sarana transportasi massal. Sementara yang terpaksa tetap menggunakan transportasi massal harus menghadapi kondisi-kondisi yang tidak nyaman, mulai dari masalah ketepatan waktu, antrean penumpang, terbatasnya armada, dan sebagainya. Selain itu, jasa penyedia sarana transportasi sebagai sektor bisnis sendiri, turut tumbuh subur. Mulai dari penyewaan sepeda motor, ojek, penyewaan mobil, dan taxi. Dalam rangka mengatasi keadaan darurat, mungkin keadaan ini dapat dilihat sebagai sektor ekonomi yang menyediakan “lapangan pekerjaan” baru. Tapi dalam sudut pandang yang lebih luas jelas keadaan tersebut merugikan. Semua ini, baik laju penjualan kendaraan bermotor, dan meningkatnya penjualan BBM, kembali hanya menguntungkan dua jenis industri tersebut (otomotif dan BBM), yang saat ini mayoritas dikuasai oleh korporasi-korporasi asing.
Dalam mengantisipasi masalah keruwetan transportasi massal di perkotaan, sedikit kota yang mulai berbenah. Kota Solo adalah salah satu di antara yang sedikit itu. Pengenalan sistem transportasi baru oleh pemerintah kota Solo, yang dipimpin Walikota Joko Widodo (akrab disapa: Jokowid), memang layak diapresiasi, sekaligus dikritisi, sebelum ditiru oleh kota-kota lain. “Move people not car” menjadi slogannya. Batik Solo Trans (BST), railbus, dan bus tingkat wisata, kemudian lampu lalulintas yang menggunakan teknologi area traffic control system (ATCS), dalam batasan tertentu menguntungkan rakyat kota Solo. Setidaknya potensi kemacetan seperti kota Jakarta dapat diantisipasi. Namun yang perlu diingat adalah perkara investasi oleh perusahaan-perusahaan swasta pada sektor transportasi. Dengan logika komersialisasi sektor transportasi maka ongkos yang dituntut pun menjadi lebih tinggi, sehingga rakyat miskin sulit menjangkaunya. Sistem transportasi, di mana pun, harus memudahkan mobilitas sosial masyarakat, dengan biaya yang semurah-murahnya. Sejajar dengan itu, mobilitas sosial masyarakat harus berbuah akumulasi yang tidak dihisap oleh kapitalisme, atau harus kembali disosialisasikan menjadi kekayaan milik masyarakat. Kebijakan-kebijakan neoliberalisme, yang sarat komersialisasi, yang merupakan bentuk terkini penghisapan kapitalisme, tentu tidak dapat menyediakan keadaan tersebut.

Kritik dan Saran
Masalah transportasi memang sudah sering melintas ke telinga kita. Entah itu kemacetan, kriminal, sosial, bahkan yang lain. Namun, untuk saat ini pengelolaan transportasi umum tidaklah maksimal. Nyatanya masih banyak orang yang merasa kurang nyaman menggunakan transportasi umum. Sementara yang terpaksa tetap menggunakan transportasi massal harus menghadapi kondisi-kondisi yang tidak nyaman, mulai dari masalah ketepatan waktu, antrean penumpang, terbatasnya armada, dan sebagainya. Menjawab masalah bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang tinggi tersebut, ternyata, pembangunan sistem transportasi massal yang murah dan ramah lingkungan jauh tertinggal, dibandingkan laju penjualan kendaraan bermotor. Menurut saya, sejak dini mungkin seharusnya kita warga Indonesia harus membiasakan untuk menggunakan transportasi umum. Karena transportasi umum mampu menampung banyak penumpang sekaligus menghemat BBM yang hampir langka akhir-akhir ini. Tetapi yang harus lebih diperhatikan lagi, para pengguna transportasi umum seharusnya diberikan kenyamanan agar mereka setia menggunakan transportasi umum untuk berpergian entah jarak jauh ataupun jarak dekat. Harga yang ekonomis juga menjangkau minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Daftar Pustaka
Anonim. 2011. Masalah Transportasi di Perkotaan. dalam http://www.berdikarionline.com/editorial/20110304/masalah-transportasi-di-perkotaan.html #ixzz3FR1h3FrJ. Diakses hari Minggu 5 Oktober 2014.


PERAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA oleh Cyndiana P


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya setiap individu atau kelompok pasti memiliki tugas dan peranannya masing-masing sesuai apa yang sedang ia jalani, tekuni dan kerjakan pada saat ini. Setiap hal yang mereka lakukan tentu memiliki nilai-nilai positif tersendiri yang berharga dan bermanfaat demi kemajuan negaranya serta tidak merugikan dirinya maupun orang lain. Jadi, suatu hal yang lumrah bila kita sebagai mahasiswa sekaligus generasi penerus bangsa tentu memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan suatu negara sebab siapa lagi yang akan memajukan dan meningkatkan negara ini kalau bukan kita para mahasiswa. Seorang mahasiswa dituntut harus mampu menciptakan kreativitas dan inovasi-inovasi yang dijadikan dasar, kiat untuk menciptakan peluang keberhasilan dan kesuksesan.
Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi di sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Di era pembangunan pada saat ini, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa. Mahasiswa sudah seharusnya dapat berperan dan menjadi garda dalam pembangunan bangsa. Peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa yaitu:
1. Kontrol Sosial, mahasiswa dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aspirasi ini bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan salah satunya dengan cara demonstrasi, tetapi demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan dan tidak anarkis, serta tidak merusak infrastuktrur maupun sarana dan prasarana yang ada.
2. Perubahan, sebagai kaum intelektual peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dan penting dalam perubahan bangsa. Mahasiswa dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya di kampus, terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa juga harus berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan memberikan solusi. Selain itu mahasiswa sebagai kaum intelektual adalah generasi penerus bangsa untuk meneruskan dan menggantikan generasi sebelumnya untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.
3. Iron Stock, yaitu mahasiswa sebagai penerus atau aset cadangan bangsa untuk melakukan perubahan. Selain itu mahasiswa adalah harapan bangsa untuk meneruskan perjuangan di masa depan. Sebagai golongan muda pasti pada waktunya akan menggantikan golongan tua, baik pada orginasasi maupun pada pemerintahan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sebagai garda penerus perubahan bangsa di masa depan.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu:
1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
2. sebagai agen perubahan (agent of change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus. Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
1. Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
2. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
3. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan. Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.
Kesimpulannya bahwa peran mahasiswa bagi bangsa dan negera ini bukan hanya duduk di depan meja dan mendengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.

Sumber:
Muflihuun, Humul. 2012. Makalah Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam  http://karya123.blogspot.com/2012/02/makalah-peranan-mahasiswa-dalam.html diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.
Santoz, Adi. 2012. Peranan Generasi Muda dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://politik.kompasiana.com/2014/06/01/peran-mahasiswa-dalam-pembangunan-bangsa-661866.html di unduh hari rabu, tanggal 23 September 2014.

PENTINGNYA SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN DISIPLIN DALAM DIRI MAHASISWA oleh Cyndiana P


Kemajuan suatu negara pada dasarnya merupakan tingkat keberhasilan dari suatu negara tertentu ke arah yang lebih baik dan berpotensi untuk menjadi negara maju. Dalam diri setiap orang tentu memiliki rasa ingin maju dan menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya bukan menjadi orang yang merugi ataupun orang yang celaka. Hal semacam itu harus di ikuti dengan berbagai sikap yang positif terutama sikap tanggung jawab dan disiplin. Mahasiswa selalu di kaitkan dengan kedua sikap tersebut karena hal itu yang menjadi prinsip dasar mahasiswa dalam meraih kesuksesan. Sikap tanggung jawab dan disiplin sangatlah penting bagi mahasiswa dalam kemajuan dirinya sendiri maupun untuk kemajuan negaranya. Setiap mahasiswa di tuntut untuk dapat mengemban tugasnya secara baik dan sesuai dengan format dan ketentuannya. Jika sikap tanggung jawab dan disiplin itu tidak ada dalam diri mahasiswa tentu hal itu menjadi mustahil untuk dilakukan dan berhasil.
Kedisiplinan adalah salah satu faktor penting dalam pembelajaran. Mahasiswa yang kurang berprestasi bukan hanya di sebabkan oleh faktor kemampuan. Namun bisa juga diakibatkan karena tidak adanya kedisiplinan. Disiplin adalah suatu sikap dan perilaku dalam mematuhi segala aturan dalam bertingkah laku. Jika dikaitkan dengan belajar maka disiplin belajar adalah suatu sikap dan perilaku individu dalam mematuhi norma dan etika dalam belajar. Selain memiliki kemampuan dan kecakapan seorang mahasiswa bisa dikatakan memiliki komitmen jika ia selalu bersemangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa. Sudah menjadi kebiasaan manusia suka melanggar aturan, tapi tidak bagi anda yang berakal sehat, yang mampu melihat efek yang akan ditimbulkan dari apa yang telah di lakukan. Jadi kedisiplinan begitu penting, maka sedini mungkin mahasiswa harus membiasakan diri untuk disiplin, meskipun awalnya itu akan sangat berat. Ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kedisiplinan mahasiswa yaitu:
1. Faktor dari dalam diri
Faktor dari dalam ini yang paling menunjang adalah minat dan motivasi. Minat adalah motif yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan motivasi adalah suatu energi atau dorongan untuk melakukan minat. Jadi bisa di katakan bahwa minat dan motivasi adalah dua hal yang saling terkait. Jika mahasiswa tidak memiliki minat dan motivasi yang tinggi, maka akan sulit baginya mewujudkan suatu kedisiplinan belajar yang baik.
2. Faktor Dari Luar Diri
Faktor lingkungan ini yang paling mendominasi, adalah lingkungan pergaulan. Banyak kasus di lapangan menunjukkan banyak mahasiswa yang kurang disiplin cenderung dikarenakan pengaruh dari lingkungan pergaulan. Karena lingkungan pergaulan yang salah, akan sangat berdampak pada pola pikir dan psikologis mahasiswa. Untuk itulah sebagai mahasiswa harus benar-benar selektif dalam bergaul. Selektif disini bukan berarti pilih-pilih dalam pergaulan. tapi lebih condong mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada.
Tanggung jawab merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk suatu hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang. Tanggung jawab merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Setiap individu memiliki sifat tanggung jawab. Tanggung jawab akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat.
Beberapa Macam Tanggung Jawab yang harus ada dalam diri mahasiswa:
1. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
Tanggung jawab seorang mahasiswa dengan mahasiswa lain berbeda-beda, setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab kepada dirinya sendiri dengan berlaku adil dan memiliki kesadaran untuk memenuhi segala kewajibannya sebagai mahasiswa..
2. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang selalu memerlukan orang lain didalam kehidupannya. Dengan demikian seorang mahasiswa dituntut untuk melakukan komunikasi dengan mahasiswa ataupun masyarakat sekitar. Sehingga mahasiswa mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat untuk melangsungkan kehidupannya.
3. Tanggung jawab terhadap Bangsa atau Negara
Tiap mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk bangsa dan negaranya karena mahasiswa merupakan pelopor generasi muda dalam kemajuan suatu bangsa atau Negara.
4. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Manusia di dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, untuk itu sebagai mahasiswa yang baik kita harus melaksanakan perintah dari Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Karena kita sebagai mahasiswa mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan.

Sumber:
Binham, Rona. 2013. Pentingnya Kedisiplinan Belajar di Kampus, dalam http://cafemotivasi.com/pentingnya-kedisiplinan-belajar-di-kampus/ diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.
Siddiq, Jakfar. 2013. Tanggung Jawab Manusia, dalam http://sydycster.blogspot.com/2013/01/tanggung-jawab-mahasiswa.html diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.



Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Diri Mahasiswa oleh Natasha Carolina

Sikap menentukan bagaimana perilaku seorang individu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita mempunya sikap yang baik, maka interaksi kita dengan masyarakat bisa lancar dan mendapat respon yang baik pula. Maka dari itu sikap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bertanggung jawab dan disiplin adalah dua sikap penting yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa. Tanpa kedua sikap ini, proses pembentukan mahasiswa menjadi seorang yang intelijen bisa terhambat. Sikap ini sangat penting dan diperlukan khususnya dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa seperti kuliah, megerjakan tugas, melakukan kegiatan kelompok dan lain-lain.
Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Sikap tanggung jawab dalam diri mahasiswa sudah seharusnya ada. Sikap tanggung jawab adalah sikap yang mempunyai komitmen untuk tidak meninggalkan sesuatu ditengah jalan dan tidak melepas sesuatu  yang merupakan kewajibannya. Rasa tanggung jawab timbul dari kesadaran diri sendiri, bahwa dia mempunyai sesuatu yang tidak dapat ditelantarkan begitu saja. Banya sekali kegiatan mahasiswa yang menyangkut sikap tanggung jawab ini seperti tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, baik itu kelompok atau individu, tanggung jawab dalam menyelesaikan skripsi, tanggung jawab dalam menyelesaikan perkuliahan, dan masih banyak lagi. Untuk itu mahasiswa dituntut dan memang sudah sepatutnya mempuyai sikap tanggung jawab dalam diri sendiri. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu (Pratasetya, 2014).

Selain sikap bertanggung jawab, ada satu sikap lagi  yang memang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yaitu sikap disiplin. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap disiplin sangat mempengaruhi kegiatan perkuliahan dan prestasi dari mahasiswa tersebut. Jika mempunyai sikap disiplin yang dari kesadaran sendiri, kegiatan perkuliahan mahasiswa lancar dan prestasi meningkat. Tidak hanya dalam kehidupan perkuliahan, tapi sikap ini juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang banyak membutuhkan sikap disiplin dan sikap mempunyai komitmen dalam mengerjakan suatu kewajibannya. Jika tidak disiplin, mahasiswa secara tidak langsung akan dituntut untuk menjadi seorang yang disiplin oleh lingkungan disekitarnya karena tugas-tugas dan kegiatan perkuliahan yang padat merupakan kewajiban dari mahasiswa itu dan bisa berjalan dengan lancar jika dijalani dengan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu perlu kesadaran diri yang tinggi bagi mahasiswa untuk punya sikap bertanggung jawab dan disiplin demi kelancaran kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, kedua sikap tersebut muncul karna adanya paksaan dari pihak luar seperti masyarakat, keluarga, teman, bahkan orangtua. Sikap yang timbul karena paksaan akan berbeda dengan sikap yang timbul karna kesadaran diri sendiri. Sikap tanggung jawab dan disiplin yang timbul karena kesadaran diri sendiri akan terasa lebih ringan untuk dilakukan dan diterapkan sehari-hari dibanding dengan sikap yang timbul karna paksaan dari pihak luar. Oleh karna itu alangkah baiknya bagi kita semua mahasiswa untuk mulai menyadarkan diri akan pentingnya sikap disiplin dan bertanggung jawab demi kebaikan pribdi dan orang banyak.

Sumber:
http://www.academia.edu/6464602/MAKALAH
http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab-567952.html

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Natasha Carolina


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mahasiswa memegang peran yang secara tidak langsung memberi dampak baik yang positif maupun negatif terhadap orang-orang disektarnnya. Dalam perannya ini mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu (peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990) tetapi juga sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan menunjukkan bahwa mahasiswa, dalam peranannya mempunyai pengaruh yang besar sehingga dapat memunculkan suatu gerakan perubahan pada masyarakat berupa perubahan positif yang sangat menguntungkan bagi kaum masyarakat maupun  mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa dalam kehidupannya sehari-hari mempunyai budaya atau kebiasaan juga pola pikir yang di tanamkan dalam hidupnya selama menimba ilmu di tingkat perguruan tinggi. Kebiasaan atau budaya ini berbeda pada tiap individu dan biasanya terpengaruh karna faktor universitas, fakultas, jurusan, maupun wilayah dimana mahasiswa tersebut menimba ilmu. Mahasiswa yang mempuyai budaya dan pola pikir yang sama biasanya mempunyai suatu kesamaan baik itu mungkin dari bidang organisasi atau jurusan dan fakultas. Dari kelompok-kelompok kecil mahasiswa satu budaya inilah budaya tersebut tersebar sampai ke ruang yang lebih luas, sehingga bisa menimbulkan suatu pergerakan yang berujung pada dampak positif di masyarakat. Tapi untuk mencapai perubahan positif pada masyarakat, diperlukan perubahan pada diri mahasiswa masing-masing. Baru dari individu tersebut bersama dengan mahasiswa yang lain membentuk suatu pergerakan perubahan dan terjadilah proses sampai nantinya timbul sebuah dampak positif yang menguntungkan baik bagi mahasiswa yang merupakan agent of change atau masyarakat yang ikut serta dalam proses perubahan itu.


Sementara itu dalam peranannya sebagai social control atau kontrol sosial, mahasiswa mengontrol dalam skala kecil, yaitu mengontrol dirinya sendiri terlebih dahulu. Individu yang bisa mengontrol diri akan bisa mengontrol individu-individu lain yang ada di sekitarnya. Dimulai dari skala kecil kemudian menjadi skala yang lebih besar lagi. Peran mahasiswa sebagai social control dinyatakan pada tahun 1998 dimana para mahasiswa berdemo dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Sebagai social control mahasiswa bukan justru berdemo dengan anarkis, membakar ban, dan membuat macet jalanan, tetapi seharusnya lebih banyak melakukan aktifitas-aktifitas yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contohnya seperti membuat gerakan baru menuju perubahan karna mahasiswa juga merupkan agent of change, atau mungkin membuat komunitas atau organisasi yang bertujuan untuk pengembangan bangsa. Kontrol sosial berarti mahasiswa mengontrol sosial, masyarakat dalam skala yang luas, dan bukan dengan asal-asalan mereka diberi sebutan sebagai social control karna sudah terbukti dan secara tidak langsung menjadi ciri khas dan sekaligus menjadi tugas bagi mahasiswa itu sendiri untuk mengontrol kehidupan sosial menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan pada kompasiana.com, untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat. Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.




Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/19/rasa-kebersyukuran-sebagai-langkah-awal-upaya-revitalisasi-peran-mahasiswa-sebagai-agen-of-change-dan-social-control-indonesia-saat-ini-sedang-dihadapi-dengan-problematika-yang-sangat-rumit-di-segala--649097.html

http://wikipedia.com




Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Diri Mahasiswa oleh Natasha Carolina

Sikap menentukan bagaimana perilaku seorang individu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita mempunya sikap yang baik, maka interaksi kita dengan masyarakat bisa lancar dan mendapat respon yang baik pula. Maka dari itu sikap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bertanggung jawab dan disiplin adalah dua sikap penting yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa. Tanpa kedua sikap ini, proses pembentukan mahasiswa menjadi seorang yang intelijen bisa terhambat. Sikap ini sangat penting dan diperlukan khususnya dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa seperti kuliah, megerjakan tugas, melakukan kegiatan kelompok dan lain-lain.

Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Sikap tanggung jawab dalam diri mahasiswa sudah seharusnya ada. Sikap tanggung jawab adalah sikap yang mempunyai komitmen untuk tidak meninggalkan sesuatu ditengah jalan dan tidak melepas sesuatu  yang merupakan kewajibannya. Rasa tanggung jawab timbul dari kesadaran diri sendiri, bahwa dia mempunyai sesuatu yang tidak dapat ditelantarkan begitu saja. Banya sekali kegiatan mahasiswa yang menyangkut sikap tanggung jawab ini seperti tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, baik itu kelompok atau individu, tanggung jawab dalam menyelesaikan skripsi, tanggung jawab dalam menyelesaikan perkuliahan, dan masih banyak lagi. Untuk itu mahasiswa dituntut dan memang sudah sepatutnya mempuyai sikap tanggung jawab dalam diri sendiri. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu (Pratasetya, 2014).

Selain sikap bertanggung jawab, ada satu sikap lagi  yang memang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yaitu sikap disiplin. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap disiplin sangat mempengaruhi kegiatan perkuliahan dan prestasi dari mahasiswa tersebut. Jika mempunyai sikap disiplin yang dari kesadaran sendiri, kegiatan perkuliahan mahasiswa lancar dan prestasi meningkat. Tidak hanya dalam kehidupan perkuliahan, tapi sikap ini juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang banyak membutuhkan sikap disiplin dan sikap mempunyai komitmen dalam mengerjakan suatu kewajibannya. Jika tidak disiplin, mahasiswa secara tidak langsung akan dituntut untuk menjadi seorang yang disiplin oleh lingkungan disekitarnya karena tugas-tugas dan kegiatan perkuliahan yang padat merupakan kewajiban dari mahasiswa itu dan bisa berjalan dengan lancar jika dijalani dengan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu perlu kesadaran diri yang tinggi bagi mahasiswa untuk punya sikap bertanggung jawab dan disiplin demi kelancaran kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, kedua sikap tersebut muncul karna adanya paksaan dari pihak luar seperti masyarakat, keluarga, teman, bahkan orangtua. Sikap yang timbul karena paksaan akan berbeda dengan sikap yang timbul karna kesadaran diri sendiri. Sikap tanggung jawab dan disiplin yang timbul karena kesadaran diri sendiri akan terasa lebih ringan untuk dilakukan dan diterapkan sehari-hari dibanding dengan sikap yang timbul karna paksaan dari pihak luar. Oleh karna itu alangkah baiknya bagi kita semua mahasiswa untuk mulai menyadarkan diri akan pentingnya sikap disiplin dan bertanggung jawab demi kebaikan pribdi dan orang banyak.

Sumber:
http://www.academia.edu/6464602/MAKALAH
http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab-567952.html





Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Natasha Carolina

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mahasiswa memegang peran yang secara tidak langsung memberi dampak baik yang positif maupun negatif terhadap orang-orang disektarnnya. Dalam perannya ini mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu (peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990) tetapi juga sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan menunjukkan bahwa mahasiswa, dalam peranannya mempunyai pengaruh yang besar sehingga dapat memunculkan suatu gerakan perubahan pada masyarakat berupa perubahan positif yang sangat menguntungkan bagi kaum masyarakat maupun  mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa dalam kehidupannya sehari-hari mempunyai budaya atau kebiasaan juga pola pikir yang di tanamkan dalam hidupnya selama menimba ilmu di tingkat perguruan tinggi. Kebiasaan atau budaya ini berbeda pada tiap individu dan biasanya terpengaruh karna faktor universitas, fakultas, jurusan, maupun wilayah dimana mahasiswa tersebut menimba ilmu. Mahasiswa yang mempuyai budaya dan pola pikir yang sama biasanya mempunyai suatu kesamaan baik itu mungkin dari bidang organisasi atau jurusan dan fakultas. Dari kelompok-kelompok kecil mahasiswa satu budaya inilah budaya tersebut tersebar sampai ke ruang yang lebih luas, sehingga bisa menimbulkan suatu pergerakan yang berujung pada dampak positif di masyarakat. Tapi untuk mencapai perubahan positif pada masyarakat, diperlukan perubahan pada diri mahasiswa masing-masing. Baru dari individu tersebut bersama dengan mahasiswa yang lain membentuk suatu pergerakan perubahan dan terjadilah proses sampai nantinya timbul sebuah dampak positif yang menguntungkan baik bagi mahasiswa yang merupakan agent of change atau masyarakat yang ikut serta dalam proses perubahan itu.


Sementara itu dalam peranannya sebagai social control atau kontrol sosial, mahasiswa mengontrol dalam skala kecil, yaitu mengontrol dirinya sendiri terlebih dahulu. Individu yang bisa mengontrol diri akan bisa mengontrol individu-individu lain yang ada di sekitarnya. Dimulai dari skala kecil kemudian menjadi skala yang lebih besar lagi. Peran mahasiswa sebagai social control dinyatakan pada tahun 1998 dimana para mahasiswa berdemo dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Sebagai social control mahasiswa bukan justru berdemo dengan anarkis, membakar ban, dan membuat macet jalanan, tetapi seharusnya lebih banyak melakukan aktifitas-aktifitas yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contohnya seperti membuat gerakan baru menuju perubahan karna mahasiswa juga merupkan agent of change, atau mungkin membuat komunitas atau organisasi yang bertujuan untuk pengembangan bangsa. Kontrol sosial berarti mahasiswa mengontrol sosial, masyarakat dalam skala yang luas, dan bukan dengan asal-asalan mereka diberi sebutan sebagai social control karna sudah terbukti dan secara tidak langsung menjadi ciri khas dan sekaligus menjadi tugas bagi mahasiswa itu sendiri untuk mengontrol kehidupan sosial menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan pada kompasiana.com, untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat. Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.




Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/19/rasa-kebersyukuran-sebagai-langkah-awal-upaya-revitalisasi-peran-mahasiswa-sebagai-agen-of-change-dan-social-control-indonesia-saat-ini-sedang-dihadapi-dengan-problematika-yang-sangat-rumit-di-segala--649097.html

http://wikipedia.com



Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Dini Oktaviani

Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, bahkan ada yang mengatakan sebagai suatu yang aneh. Karena mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya.

Mahasiswa selalu identik dengan “agent of change” kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sebagai identitas mahasiswa. Dari mahasiswalah diharapkan mampu melakukan perubahan dan pembaharuan dalam segala bidang di negeri ini. Dari mahasiswalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan bangsa dan Negara ini. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa.

Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan mengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum. Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
Mahasiswa selalu melahirkan pemikiran yang kritis, demokratis dan konstruktif, sebagai mahasiswa mungkin kita bertanya-tanya, sebenarnya apa fungsi mahasiswa, mahasiswa merupakan kaum akademis yang memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mahasiswa sebagai penyampai kebenaran atau agent of social control. Kedua, mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Ketiga, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan atau iron stock. Mahasiwa tidak hanya menyandang sebagai kaum akademis tetapi juga sebagai kaum yang memikul tanggung jawab lebih yaitu tanggung jawab untuk memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Tetapi untuk memerankannya kita sebagai mahasiswa tidak harus bertindak seperti kaum yang tidak punya intelektual seperti demo, membuat kerusuhan, bentrok dan lain sebagainya. Justru dengan tindakan seperti itu masyarakat justru tidak akan berempati terhadap kita, karena mereka menganggap bahwa mahasiswa sekarang kebanyakan hanya membuat kerusuhan, mereka mempunyai pemikiran tersebut karena sering melihat di televisi tentang pemberitaan tersebut. Padahal sebenarnya mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi mereka dan menyerukan pendapat-pendapat mereka, tetapi hanya saja caranya salah. Sehingga sebagai kaum akademis tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebut karena itu sama halnya dengan mencoreng muka kita sendiri.

Sumber :
Prihatmawan, Wisnu. 2011. Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan, dalam http://nenu666.blogspot.com/2011/12/peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan.html. Diunduh Kamis, 25 September 2014
Ramadhan, Zulfikar. 2012. Tugas Esai Peran Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, dalam http://id.scribd.com/doc/76901857/Tugas-Esai-Peran-Dan Tanggung-Jawab Mahasiswa-Dalam-Kehidupan-Berbangsa-Dan-Bernegara. diunduh Kamis, 25 September 2014