KELOMPOK 11 PSD
Friday, October 10, 2014
Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa oleh M. Risky
Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat, Mahasiswa memliki tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.
Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang
1. Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat
2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan
3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat
Berdasarkan pemikiran M.Hatta tersebut, dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis, dan selalu mengembangkan dirinya.
Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
Posisi mahasiswa cukuplah rentan, sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. Tak jarang kita berat sebelah, saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Saat kita berpihak pada realita, ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu.
Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha, dokter, dsb. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat.
Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.
Sumber :
Hadayati, Vera. 2012. Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa, dalam http://verahadiyati.blogspot.com,di unduh 25 September 2014
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat, Mahasiswa memliki tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.
Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M.Hatta yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang
1. Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat
2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan
3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat
Berdasarkan pemikiran M.Hatta tersebut, dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis, dan selalu mengembangkan dirinya.
Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
Posisi mahasiswa cukuplah rentan, sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. Tak jarang kita berat sebelah, saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Saat kita berpihak pada realita, ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki. Contoh kasusnya yang paling gampang adalah saat terjadi penaikkan harga BBM beberapa bulan yang lalu.
Mengenai posisi mahasiswa saat ini saya berpendapat bahwa mahasiswa terlalu menganggap dirinya “elit” sehingga terciptalah jurang lebar dengan masyarakat. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Sedangkan golongan-golongan atas seperti pengusaha, dokter, dsb. Merasa sudah tidak ada lagi kesamaan gerakan. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi “satu nafas” bersama rakyat.
Sebagai mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, maka dalam setiap aktivitas akademik maupun non akademik tetap mengutamakan rasa tanggung jawab baik belajar dan kreativitasnya.
Sumber :
Hadayati, Vera. 2012. Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa, dalam http://verahadiyati.blogspot.com,di unduh 25 September 2014
Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh M. Risky
Jika bicara masalah tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa itu merupakan tanggung jawab mereka yang duduk dibangku DPR, DPRD, atau dewan yang mewakili lainnya. Padahal kita tahu bahwa kemerdekaan adalah milik segenap bangsa, dan bangsa adalah milik segenap rakyat. Jadi jelaslah bahwa yang akan berperan dalam kehidupan berbangsa adalah segenap penghuni bangsa itu sendiri. Mahasiswa merupakan penghuni bangsa itu sendiri jadi mahasiswa memiliki peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa sering diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Peran sentral perjuangan sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.
Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi. Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.
Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian
Mahasiswa yang memiliki peran penting dalam kehidupan berbngsa dan bernegara harus menunjukan hal – hal positif bangi bangsa dan negara bukan seperti saat ini banyak mahasiswa yang rusak moralnya karena kurangnya pengetahuan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sumber :
ashsholikhin.2013. Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://ariesulistya.wordpress.com, diunduh 25 September 2014
Mahasiswa sering diidentikkan dengan “agent of change”. Kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Peran sentral perjuangan sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.
Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi. Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.
Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian
Mahasiswa yang memiliki peran penting dalam kehidupan berbngsa dan bernegara harus menunjukan hal – hal positif bangi bangsa dan negara bukan seperti saat ini banyak mahasiswa yang rusak moralnya karena kurangnya pengetahuan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sumber :
ashsholikhin.2013. Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://ariesulistya.wordpress.com, diunduh 25 September 2014
Kritik Transportasi oleh M. Risky
Masalah Transportasi Publik di Indonesia
Transportasi publik adalah sebuah elemen yang sangat vital kalau kita ingin bicara menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Secara umum di Indonesia, kita belum memiliki moda transportasi yang mudah, aman, dan nyaman digunakan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain. Untuk itu, tidak heran tingkat pertumbuhan kendaraan pribadi melonjak terus dari tahun ke tahun.
Ketika isu subsidi BBM mau dikurangi, pertanyaan terbesarnya adalah akan disuruh naik apa nih orang-orang yang selama ini kebutuhan transportasinya bergantung pada transportasi pribadi? Angkot atau metromini bentuknya tidak ada yang layak dan tidak aman, kereta armadanya minim sehingga sumpek dan sering ada gangguan, bahkan menggunakan trans jakarta pun jadi serem sekarang karena kemarin ada yang kebakaran. Jadi menurut saya pembangunan transportasi publik yang baik adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, sebelum Jakarta keburu penuh kayak sekarang.
Saya sendiri termasuk pengguna kendaraan pribadi, itu karena tidak ada transportasi publik yang menurut saya mudah, aman, dan nyaman. Kalau saya disuruh pindah ke singapore atau korea, saya mana mau capek-capek nyetir kalau kita bisa dengan mudah bepergian menggunakan bis yang bersih, kereta yang nyaman, dan MRT yang tepat waktu. Jadi memang revolusi transportasi di Indonesia haruslah digalakan dengan sangat serius. Subsidi BBM boleh saja kalau mau dicabut, asalkan uangnya digunakan untuk membangun moda transportasi publik yang bagus secara besar-besaraN
Pagi tadi saya mendengar di radio kalau di Bandung Raya akan segera dibangun mono rail (utk jangka waktu 25 tahun). Lalu kemarin saya lewat di daerah fatmawati hingga sudirman, terlihat proyek MRT di kota jakarta sudah mulai digarap. Memang hitungannya terlambat, tapi harus ada yang segera memulai. Beruntung sekarang orang baik sudah bisa jadi pemimpin di negeri ini sehingga bisa membuat kebijakan yang memang membantu rakyatnya.
Keberadaan transportasi publik yang mudah, aman, dan nyaman itu sangat penting tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tapi juga bisa untuk mengurangi konsumsi BBM, bisa untuk meningkatkan efisiensi beraktivitas, bisa untuk menarik wisatawan lebih banyak, bisa untuk menghidupkan daerah-daerah yang belum merata pertumbuhannya, bisa untuk meningkatkan happiness index, dan banyak lagi lainnya. Jadi pemerintah ini sekarang harus banget memperhatinkan transportasi publik dengan lebih serius lagi.
Daftar Pustaka : Ardisasmita, Adam.2014,Masalah Transportasi Publik di Indonesia, dalam http://ardisaz.com, diunduh 07 oktober 2014
Kritik
Indonesia yang memiliki kota – kota metropolisan seharusnya memilik pelayanan transportasi yang layak. Pemerintah harusnya perhatiaan kepada kondisi transportasi umum di Indonesia, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan khusus untuk mereka para penggendara transportasi umum. Transportasi di Indonesia identik dengan ugal – ugalan, perampokan, kecelakan, dan kotor. Para calon penumpang takut untuk mengambil risiko tersebut karena sopir – sopir di Indonesia tidak memikirkan kepuasan pelanggan namun mereka memikirkan kepuasan dirinya sendiri kalau bisa mereka harus mendapatkan penumpang sebanyak – banyaknya tanpa memikirkan risiko.
Ibukota Indonesia sendiri Jakarta harusnya susah memiliki transportasi yan layak sehingga kita tidak harus malu jika orang asing berkunjung ke negara kita. Jika para supir diberikan bekal tentang menjaga transportasi yang baik dan layak huni karena jika para supir pandai mengendarai dan pandai merawat kendaraan maka para penumpangpun rebutan untuk menaiki transportasi umum tersebut.
Indonesia harus belajar denngan negara – negara tetangga mengenai transportasi kotanya seperti Singapore yang memiliki MRT yang layak huni dan juga tepat waktu jadi kita dapat mengetahui dengan benar kapan kedatangan MRT selanjutnya dan masih banyak lagi yang harus kita terapkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia akan lebih suka menggunakan transportasi umum nantinya jika transportasi di Indonesia telah layak, aman dan bersih karena menggunakan transportasi umum bisa mengurangi kemacetan, polusi udara, dll. Kita sebagai calon planner sudah seharusnya memikirkan solusi, ide terbaik untuk kemajuan bangsa yang lebih baik.
Transportasi publik adalah sebuah elemen yang sangat vital kalau kita ingin bicara menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Secara umum di Indonesia, kita belum memiliki moda transportasi yang mudah, aman, dan nyaman digunakan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain. Untuk itu, tidak heran tingkat pertumbuhan kendaraan pribadi melonjak terus dari tahun ke tahun.
Ketika isu subsidi BBM mau dikurangi, pertanyaan terbesarnya adalah akan disuruh naik apa nih orang-orang yang selama ini kebutuhan transportasinya bergantung pada transportasi pribadi? Angkot atau metromini bentuknya tidak ada yang layak dan tidak aman, kereta armadanya minim sehingga sumpek dan sering ada gangguan, bahkan menggunakan trans jakarta pun jadi serem sekarang karena kemarin ada yang kebakaran. Jadi menurut saya pembangunan transportasi publik yang baik adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, sebelum Jakarta keburu penuh kayak sekarang.
Saya sendiri termasuk pengguna kendaraan pribadi, itu karena tidak ada transportasi publik yang menurut saya mudah, aman, dan nyaman. Kalau saya disuruh pindah ke singapore atau korea, saya mana mau capek-capek nyetir kalau kita bisa dengan mudah bepergian menggunakan bis yang bersih, kereta yang nyaman, dan MRT yang tepat waktu. Jadi memang revolusi transportasi di Indonesia haruslah digalakan dengan sangat serius. Subsidi BBM boleh saja kalau mau dicabut, asalkan uangnya digunakan untuk membangun moda transportasi publik yang bagus secara besar-besaraN
Pagi tadi saya mendengar di radio kalau di Bandung Raya akan segera dibangun mono rail (utk jangka waktu 25 tahun). Lalu kemarin saya lewat di daerah fatmawati hingga sudirman, terlihat proyek MRT di kota jakarta sudah mulai digarap. Memang hitungannya terlambat, tapi harus ada yang segera memulai. Beruntung sekarang orang baik sudah bisa jadi pemimpin di negeri ini sehingga bisa membuat kebijakan yang memang membantu rakyatnya.
Keberadaan transportasi publik yang mudah, aman, dan nyaman itu sangat penting tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tapi juga bisa untuk mengurangi konsumsi BBM, bisa untuk meningkatkan efisiensi beraktivitas, bisa untuk menarik wisatawan lebih banyak, bisa untuk menghidupkan daerah-daerah yang belum merata pertumbuhannya, bisa untuk meningkatkan happiness index, dan banyak lagi lainnya. Jadi pemerintah ini sekarang harus banget memperhatinkan transportasi publik dengan lebih serius lagi.
Daftar Pustaka : Ardisasmita, Adam.2014,Masalah Transportasi Publik di Indonesia, dalam http://ardisaz.com, diunduh 07 oktober 2014
Kritik
Indonesia yang memiliki kota – kota metropolisan seharusnya memilik pelayanan transportasi yang layak. Pemerintah harusnya perhatiaan kepada kondisi transportasi umum di Indonesia, seharusnya pemerintah memberikan pelatihan khusus untuk mereka para penggendara transportasi umum. Transportasi di Indonesia identik dengan ugal – ugalan, perampokan, kecelakan, dan kotor. Para calon penumpang takut untuk mengambil risiko tersebut karena sopir – sopir di Indonesia tidak memikirkan kepuasan pelanggan namun mereka memikirkan kepuasan dirinya sendiri kalau bisa mereka harus mendapatkan penumpang sebanyak – banyaknya tanpa memikirkan risiko.
Ibukota Indonesia sendiri Jakarta harusnya susah memiliki transportasi yan layak sehingga kita tidak harus malu jika orang asing berkunjung ke negara kita. Jika para supir diberikan bekal tentang menjaga transportasi yang baik dan layak huni karena jika para supir pandai mengendarai dan pandai merawat kendaraan maka para penumpangpun rebutan untuk menaiki transportasi umum tersebut.
Indonesia harus belajar denngan negara – negara tetangga mengenai transportasi kotanya seperti Singapore yang memiliki MRT yang layak huni dan juga tepat waktu jadi kita dapat mengetahui dengan benar kapan kedatangan MRT selanjutnya dan masih banyak lagi yang harus kita terapkan di Indonesia. Masyarakat Indonesia akan lebih suka menggunakan transportasi umum nantinya jika transportasi di Indonesia telah layak, aman dan bersih karena menggunakan transportasi umum bisa mengurangi kemacetan, polusi udara, dll. Kita sebagai calon planner sudah seharusnya memikirkan solusi, ide terbaik untuk kemajuan bangsa yang lebih baik.
Penyelesaian dalam Suatu Masalah oleh M. Risky
Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam hidup. Terlepas dari siapa anda atau apa yang anda lakukan, anda akan menghadapi rintangan-rintangan. Bagaimana anda menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses anda dalam hidup. Sementara masalah muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran, artikel ini akan memberi anda beberapa metode untuk membantu menemukan solusi.
Pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang belum maksimal tidak terlepas dari kualitas proses pembelajaran yang diterapkan. Jika dosen lebih mendominasi pembelajaran, maka aktivitas mahasiswa lebih banyak hanya sebatas mendengarkan dan mencatat apa yang diberikan dosen. Antusiasme mahasiswa untuk bertanya, melakukan suatu eksperimen, berinteraksi positif antar mahasiswa dan berkreativitas sering terabaikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi dasar secara optimal. Kesulitan dosen mengubah diri dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman juga memberikan kontribusi pada rendahnya kualitas proses pembelajaran. Untuk itu, perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran di kelas yang menuntut mahasiswa belajar lebih aktif sehingga proses pembelajaran menjadi berpusat pada mahasiswa dan peran dosen hanya sebagai fasilitator dan mediator.
Berdasarkan hasil observasi selama ini, terungkap beberapa faktor penyebab munculnya permasalahan. Faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, mahasiswa tidak mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan. Kedua, penyajian materi masih terfokus pada penuangan materi sesuai dengan target kurikulum. Hal ini berdampak pada hilangnya kontribusi ide mahasiswa dalam proses pembelajaran dan kegagalan dalam membekali mahasiswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Ketiga, mahasiswa kurang dilibatkan secara aktif untuk menampilkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Keempat, mahasiswa cenderung memecahkan masalah secara mandiri. Hal ini berdampak pada munculnya sifat kompetisi pada diri mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah cenderung putus asa. Kelima, dosen menghadapi kesulitan dalam mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Di lain pihak, mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dosen.
Mungkin, semakin bertambahnya permasalahan menjadikan mahasiswa menjadi lebih mudah stres dan tertekan, sehingga stimulasi untuk belajar berpikir kreatif menjadi berkurang. Mungkin, saatnya melakukan kombinasi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi di mana metode tersebut bisa membuat mahasiswa merasa enjoy dan menikmati waktunya. Hal ini akan membantu mereka untuk melakukan relaxing terhadap kepenatan dan kejenuhan dalam mengisi hari-harinya. Pastinya, situasi yang relax dan enjoy ini harus tetap memberi makna, stimulus, sehingga tetap akan membantu mereka untuk belajar dengan lebih mudah dalam mencetuskan beragam gagasan yang dicurahkan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian mahasiswa akan mampu mendapatkan suatu pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan proporsi.
Dalam perkembangan saat ini tidak sedikit dijumpai mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan aspek-aspek berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa hanya terlatih dan terfokus pada satu alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi suatu persoalan. Mahasiswa kurang berani mengambil langkah beda karena takut dianggap aneh dan tidak normal oleh lingkungan dan hanya memikirkan benar atau salah (konvergen).
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.
Sumber :
Momoffive. 2012. Belajar Berpikir Kreatif: Solusi Tepat Menyelesaikan Masalah, dalam http://bloggoo.blogdetik.com. Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Rachmawati, Dewi Oktofa. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah, dalam http://ejournal.undiksha.ac.id . Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang belum maksimal tidak terlepas dari kualitas proses pembelajaran yang diterapkan. Jika dosen lebih mendominasi pembelajaran, maka aktivitas mahasiswa lebih banyak hanya sebatas mendengarkan dan mencatat apa yang diberikan dosen. Antusiasme mahasiswa untuk bertanya, melakukan suatu eksperimen, berinteraksi positif antar mahasiswa dan berkreativitas sering terabaikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi dasar secara optimal. Kesulitan dosen mengubah diri dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman juga memberikan kontribusi pada rendahnya kualitas proses pembelajaran. Untuk itu, perlu adanya perubahan dalam proses pembelajaran di kelas yang menuntut mahasiswa belajar lebih aktif sehingga proses pembelajaran menjadi berpusat pada mahasiswa dan peran dosen hanya sebagai fasilitator dan mediator.
Berdasarkan hasil observasi selama ini, terungkap beberapa faktor penyebab munculnya permasalahan. Faktor-faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, mahasiswa tidak mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan. Kedua, penyajian materi masih terfokus pada penuangan materi sesuai dengan target kurikulum. Hal ini berdampak pada hilangnya kontribusi ide mahasiswa dalam proses pembelajaran dan kegagalan dalam membekali mahasiswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Ketiga, mahasiswa kurang dilibatkan secara aktif untuk menampilkan hasil pekerjaannya di depan kelas. Keempat, mahasiswa cenderung memecahkan masalah secara mandiri. Hal ini berdampak pada munculnya sifat kompetisi pada diri mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah cenderung putus asa. Kelima, dosen menghadapi kesulitan dalam mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Di lain pihak, mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dosen.
Mungkin, semakin bertambahnya permasalahan menjadikan mahasiswa menjadi lebih mudah stres dan tertekan, sehingga stimulasi untuk belajar berpikir kreatif menjadi berkurang. Mungkin, saatnya melakukan kombinasi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi di mana metode tersebut bisa membuat mahasiswa merasa enjoy dan menikmati waktunya. Hal ini akan membantu mereka untuk melakukan relaxing terhadap kepenatan dan kejenuhan dalam mengisi hari-harinya. Pastinya, situasi yang relax dan enjoy ini harus tetap memberi makna, stimulus, sehingga tetap akan membantu mereka untuk belajar dengan lebih mudah dalam mencetuskan beragam gagasan yang dicurahkan dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian mahasiswa akan mampu mendapatkan suatu pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan proporsi.
Dalam perkembangan saat ini tidak sedikit dijumpai mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan aspek-aspek berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Mahasiswa hanya terlatih dan terfokus pada satu alternatif pemecahan masalah dalam menghadapi suatu persoalan. Mahasiswa kurang berani mengambil langkah beda karena takut dianggap aneh dan tidak normal oleh lingkungan dan hanya memikirkan benar atau salah (konvergen).
Salah satu kutipan Albert Einstein yang terkenal adalah “Anda tidak bisa memecahkan masalah dengan pikiran yang sama dengan saat menciptakannya.” Ketika Anda mengidentifikasi masalah, Anda mungkin emosional, kecewa bahwa ada masalah. Reaksi emosional adalah satu hal yang normal, [1] tapi bagaimana anda mengekspresikannya jauh lebih penting. [2] Jika anda marah pada orang lain biasanya akan menempatkan mereka pada posisi defensif atau menarik diri, sangat tidak membantu untuk memecahkan masalah secara kolaborasi. Berikan diri anda waktu untuk menenangkan emosi anda, maka anda akan lebih mampu untuk mengevaluasi dan memutuskan pada bagaimana menangani masalah secara lebih produktif. Cobalah untuk bersikap tenang dan logis ketika mendapati masalah, resolusi pada akhirnya terletak pada pendekatan ini.
Sumber :
Momoffive. 2012. Belajar Berpikir Kreatif: Solusi Tepat Menyelesaikan Masalah, dalam http://bloggoo.blogdetik.com. Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Rachmawati, Dewi Oktofa. Penerapan Strategi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah, dalam http://ejournal.undiksha.ac.id . Diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Kreativitas dalam Diri Mahasiswa oleh M. Risky
Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain : Banyak membaca, sering berdiskusi, mendengar keluhan kritik dan saran, mengagumi dan meniknati alam, berfikir tidak mengikuti mainstream, berdoa dan memohon petunjuk dari sang pencipta.
Kreatif adalah sebuah kata sifat untuk menggambarkan sesuatu yang dari tidak ada menjadi ada, dari bahan mentah menjadi bahan jadi, dari sesuatu yang tidak berbentuk menjadi sesuatu yang indah, atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang menjadi sesuatu yang bermanfaat buat orang. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orang tua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak mahasiswa merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja. Padahal, hal itu tidak benar. Houtz (seorang psikolog) juga menekankan bahwa kreativitas bukanlah suatu bakat yang dianugerahkan sejak lahir, melainkan sesuatu yang harus diusahakan dengan kerja keras. Menurutnya, orang-orang kreatif adalah mereka yang memiliki kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka, agar kreativitas meningkat, mahasiswa ditekankan harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung di forum maupun organisasi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut.
Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreatifitas sangatlah penting. Dengan meningkatkan peran dan kreatifitas serta akhlak dan kebaikan moral maka akan terciptanya mahasiswa yang mampu untuk berinovasi dan bersaing secara global. Jika semua hal ini dikolaborasikan maka lengkap sudahlah semua aspek yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi globalisasi. Dengan siapnya mahasiswa menghadapi persaingan global, maka siap pula lah Indonesia terjun ke pasar global. Sebagai mahasiswa yang di anggap sebagai calon pemimpin bangsa dan sebagai agen perubah, banyak harapan dan saran yang muncul bagi mahasiswa tersebut. Dan diharapkan mahasiswa dapat membawa Indonesia tidak terjerumus ke dalam dampak negatif era globalisasi ini. Maka dari itu persiapkanlah dirimu sedini mungkin untuk turut serta meramaikan globalisasi, karena Indonesia butuh peran dan kreatifitas mahasiswa untuk menghadapi globalisasi.
Sumber :
Suyanto.2005 Rahasia Menuai Bisnis Tanpa Uang.Yogyakarta:penerbit andi
Suyanto.2006 Merubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan.Yogyakarta:penerbit andi
Suprapti, Novi. 2010. Pentingnya Kreativitas Dalam Kehidupan,dalam http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/14/pentingnya-kreativitas-dalam-kehidupan-316324.html,diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Kreatif adalah sebuah kata sifat untuk menggambarkan sesuatu yang dari tidak ada menjadi ada, dari bahan mentah menjadi bahan jadi, dari sesuatu yang tidak berbentuk menjadi sesuatu yang indah, atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang menjadi sesuatu yang bermanfaat buat orang. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orang tua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak mahasiswa merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja. Padahal, hal itu tidak benar. Houtz (seorang psikolog) juga menekankan bahwa kreativitas bukanlah suatu bakat yang dianugerahkan sejak lahir, melainkan sesuatu yang harus diusahakan dengan kerja keras. Menurutnya, orang-orang kreatif adalah mereka yang memiliki kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka, agar kreativitas meningkat, mahasiswa ditekankan harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung di forum maupun organisasi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut.
Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreatifitas sangatlah penting. Dengan meningkatkan peran dan kreatifitas serta akhlak dan kebaikan moral maka akan terciptanya mahasiswa yang mampu untuk berinovasi dan bersaing secara global. Jika semua hal ini dikolaborasikan maka lengkap sudahlah semua aspek yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi globalisasi. Dengan siapnya mahasiswa menghadapi persaingan global, maka siap pula lah Indonesia terjun ke pasar global. Sebagai mahasiswa yang di anggap sebagai calon pemimpin bangsa dan sebagai agen perubah, banyak harapan dan saran yang muncul bagi mahasiswa tersebut. Dan diharapkan mahasiswa dapat membawa Indonesia tidak terjerumus ke dalam dampak negatif era globalisasi ini. Maka dari itu persiapkanlah dirimu sedini mungkin untuk turut serta meramaikan globalisasi, karena Indonesia butuh peran dan kreatifitas mahasiswa untuk menghadapi globalisasi.
Sumber :
Suyanto.2005 Rahasia Menuai Bisnis Tanpa Uang.Yogyakarta:penerbit andi
Suyanto.2006 Merubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan.Yogyakarta:penerbit andi
Suprapti, Novi. 2010. Pentingnya Kreativitas Dalam Kehidupan,dalam http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/14/pentingnya-kreativitas-dalam-kehidupan-316324.html,diunduh tanggal 7 Oktober 2014
Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa oleh Nediana S.A
Dalam dunia pendidikan, sikap disiplin dan tanggung jawab sangat diperlukan. Terutama dalam diri pelajar, khususnya mahasiswa. Disiplin dan tanggung jawab merupakan salah satu kunci untuk membentuk mahasiswa menjadi lebih berkualitas dan menjadi kunci sukses di masa depan. Menurut Gerakan Disiplin Nasional (GDN 1996:29-30) menyatakan “disiplin adalah alat untuk menciptakan perilaku dan tata tertib manusia sebagai pribadi maupun sebagai kelompok masyarakat. Disiplin disini berarti hukuman atau sanksi yang berbobot mengatur dan mengendalikan perilaku”. Sedangkan menurut Rachman (1999:168) menyatakan Disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa disiplin merupakan suatu hal untuk mengatur manusia melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diharapkan lingkungan supaya segala sesuatunya berjalan secara teratur.
Sedangkan pengertian tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “keadaan wajib menaggung segala sesuatunya”. Sering kita jumpai orang berilmu tinggi tetapi tidak mampu berbuat banyak dengan ilmunya, karena kurang disiplin. Sebaliknya, banyak orang yang tingkat ilmunya biasa-biasa saja tetapi justru mencapai kesuksesan luar biasa, karena sangat disiplin dalam hidupnya. Tidak ada lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan disiplin kepada anak didiknya. Semua pasti sepakat, rencana sehebat apapun akan gagal di tengah jalan ketika tidak ditunjang dengan disiplin. Maka dari itu, disiplin sudah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang yang ingin sukses. Dengan disiplin, orang akan dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan target atau renananya. Tanpa disiplin dan ketepatan waktu, bisa terjadi tugas terbengkalai satu per satu, dan pada akhirnya tidak ada yang terselesaikan.
Begitupula dengan tanggung jawab. Disiplin tanpa didampingi dengan rasa tanggung jawab juga akan membuat segala sesuatunya berjalan kurang lancar. Karena seperti dijelaskan diatas, tanggung jawab adalah sikap yang menanggung segala sesuatunya. Jika kita bisa menyelesaikan apa yang ditanggungkan kepada kita, pasti orang lain akan memberikan tanggung jawab lagi bahkan lebih besar dari tanggungan yang sebelumnya. Hal inilah yang menjadikan kita berkembang menjadi pribadi yang memiliki tanggung jawab lebih besar lagi, dan pastinya apresiasi lebih besar juga dari lingkungan. Disiplin yang dilakukan secara seimbang antara urusan ibadah dan kerja, akhirat dan dunia, itulah yang akan mengantarkan kaum beriman kepada kesuksesan.
Sumber: Husnaini, M. 2013. Pentingnya Disiplin, dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/09/04/mskuuv-pentingnya-disiplin (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Andrian, Bagus Arif. 2011. Manusia dan Tanggung Jawab, dalam http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/ (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Tomyli, Suratman K. 2011. Disiplin Belajar Mahasiswa, dalam http://suratman-manajemenpendidikan.blogspot.com/2011/11/makalah-disiplin-belajar-mahasiswa.html (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Sedangkan pengertian tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “keadaan wajib menaggung segala sesuatunya”. Sering kita jumpai orang berilmu tinggi tetapi tidak mampu berbuat banyak dengan ilmunya, karena kurang disiplin. Sebaliknya, banyak orang yang tingkat ilmunya biasa-biasa saja tetapi justru mencapai kesuksesan luar biasa, karena sangat disiplin dalam hidupnya. Tidak ada lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan disiplin kepada anak didiknya. Semua pasti sepakat, rencana sehebat apapun akan gagal di tengah jalan ketika tidak ditunjang dengan disiplin. Maka dari itu, disiplin sudah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang yang ingin sukses. Dengan disiplin, orang akan dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan target atau renananya. Tanpa disiplin dan ketepatan waktu, bisa terjadi tugas terbengkalai satu per satu, dan pada akhirnya tidak ada yang terselesaikan.
Begitupula dengan tanggung jawab. Disiplin tanpa didampingi dengan rasa tanggung jawab juga akan membuat segala sesuatunya berjalan kurang lancar. Karena seperti dijelaskan diatas, tanggung jawab adalah sikap yang menanggung segala sesuatunya. Jika kita bisa menyelesaikan apa yang ditanggungkan kepada kita, pasti orang lain akan memberikan tanggung jawab lagi bahkan lebih besar dari tanggungan yang sebelumnya. Hal inilah yang menjadikan kita berkembang menjadi pribadi yang memiliki tanggung jawab lebih besar lagi, dan pastinya apresiasi lebih besar juga dari lingkungan. Disiplin yang dilakukan secara seimbang antara urusan ibadah dan kerja, akhirat dan dunia, itulah yang akan mengantarkan kaum beriman kepada kesuksesan.
Sumber: Husnaini, M. 2013. Pentingnya Disiplin, dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/09/04/mskuuv-pentingnya-disiplin (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Andrian, Bagus Arif. 2011. Manusia dan Tanggung Jawab, dalam http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/ (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Tomyli, Suratman K. 2011. Disiplin Belajar Mahasiswa, dalam http://suratman-manajemenpendidikan.blogspot.com/2011/11/makalah-disiplin-belajar-mahasiswa.html (Diunduh: Kamis, 25 September 2014)
Subscribe to:
Posts (Atom)