Friday, October 10, 2014

Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dalam Diri Mahasiswa oleh Dini Oktaviani



Banyak dari kita  berfikir, bahwa tujuan kuliah hanya untuk mendapatkan ijazah dan setelah itu mendapat pekerjaan. Namun, perlu diketahui, cita-cita kampus tidaklah demikian. Hal ini sudah tertera di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 20 ayat 2, dinyatakan bahwa “perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat.”
Itu artinya, mahasiswa tidak hanya mempunyai tugas di kampus saja, karena kita mengemban tugas sosial yang sangat berat. Selain dituntut untuk belajar di kampus dan pintar dalam teori, kita juga diharapakan mampu mengembangkan potensi masyarakat dan membangun tatanan masyarakat yang adil dan makmur. Selama masih menyandang gelar mahasiswa, mereka berkewajiban untuk menciptakan masyarakat adil makmur. Kalau bukan mahasiswa, lalu siapa lagi?

Secara konvensional dapat disebut mahasiswa adalah merupakan generasi muda yang belajar dan beraktifitas di Perguruan Tinggi. Penegasan bahwa mahasiswa merupakan orang-orang yang belajar di Perguruan Tinggi jelas menempatkan posisi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat PerguruanTinggi, yang merupakan tempat segala bentuk ilmu diproduksi. Makanya kita juga sering mendengar mahasiswa disebut sebagai masyarakat ilmiah; masyakat ilmu pengetahuan; masyarakat intelektual dan lain sebagainya. Sebab, tidak ada yang membantah bahwa hanya dengan ilmu pengetahuan lah kehidupan ini dapat dijalankan secaramaksimal. Begitu juga besar pengharapan masyarakat ke kampus-kampus untuk mendidik anak-anak mereka menjadi orang yang berilmu pengetahuan, yangdiharapkan mampu melakukan perbaikan dalam kehidupan ini dan menaikanstatus sosial keluarga.Selain itu, menarik untuk dikemukan selain tugas utama mahasiswa adalah belajar juga harus diakui bahwa mahasiswa juga merupakan bagian dari warga negara bangsa ini yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya, yaitu hak untuk berbicara, hak untuk mendapatkan keadilandan tentu hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Tentu saja kita harus jujur mempertanyakan, mampukan mahasiswa-mahasiswa hari ini untuk menunaikan tugas dan tanggung jawabnya itu, terutama ketika pragmatisme dan materialisme merasuki dunia kampus yang membuahkansikap anarkisme? Tampaknya kenyataan menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir ini, terutama ketika pasca reformasi tugas dan tanggung jawab ini seakanterabaikan mahasiswa. Sebab, harus kita sesalkan bahwa media masa, baik cetak atupun elektronik hanya melaporkan sikap anarkisme yang diiklan para mahasiswa, yang justru terkesan mengotori semangat reformasi yang digaungkan.Kenyataan ini tentu tidak dapat kita pungkiri bahwa bukan hanya secara projetatif media masa menyebutkan adanya anarkisme itu di kalangan mahasiswa,tetapi kenyataan menunjukkan kepada kita justru hampir setiap kampus kita menyaksikan itu bahwa itu benar-benar ada. Hal ini adalah sesuatu yang sangat kontradiktif dengan tugas utama mahasiswa sebagai masyarakat kampus, yang seharusnya tugasnya belajar untuk menjadi calon-calon ilmuan. Namun, justru lebih banyak mengabiskan waktunya hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak relevan dengan keilmuan yang diajarkan di Perguruan Tinggi.

Sumber :
Hidayat, Ziyaulhaq. 2011. Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa, dalam http://www.academia.edu/1177553/Tugas_dan_Tanggung_Jawab_Mahasiswa. diunduh Kamis, 25 September 2014.
Yudhosulistyo, Nikodemus. 2013. Tugas dan Tanggung Jawab Mahasiswa, dalam http://nikodemusoul.wordpress.com/2013/12/28/tugas-dan-tanggung-jawab-mahasiswa/. diunduh Kamis, 25 September 2014
Yushendri, Jefri. 2013. Tanggung Jawab sebagai Mahasiswa : Kuliah Bukan Sekedar Absen, dalam
http://future-probity.blogspot.com/2013/06/tanggung-jawab-sebagai-mahasiswa-kuliah.html. diunduh Kamis, 25 September 2014.


Kreatifitas dalam Diri Mahasiswa oleh Dini Oktaviani


Lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill. Kekurangan atas salah satu dari keempat ketrampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Kemampuan berfikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati pendidikan tinggi. Kreativitas merupakan jelmaan integrative 3 (tiga) factor utama dalam diri manusia, yaitu : pikiran, perasaan dan ketrampilan. Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, pesepsi dan nalar. Faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi. Sedangkan factor ketrampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman. Dengan demikian, agar mahasiswa dapat mencapai level kreatif, ketiga faktor termaksud diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.
PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendikiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Di era persaingan diberbagai hal harus bisa memiliki sesuatu yang berbeda untuk dikemas menjadi sebuah keunggulan atau keunikan. Dalam konteks inilah, peran mahasiswa harus bisa mengenali  kemampuan terhadap potensi diri. Selanjutnya, bagaimana mengemas potensi  diri tersebut, agar memiliki kecerdasan holistik, intelektual, emosional, maupun spiritual.
Setelah menggali kreatifitas dan inovasi sebagai mahasiswa, tentunya ada hamabatan-hambatannya. Menurut saya, hambatan yang pertama adalah sifat tidak percaya diri akan sifat kreatif yang ada di dalam dirinya. Nah mengapa menurut saya ini penghambat paling besar? Karena dengan menganggap diri kita tidak kreatif, tentunya akan timbul sifat-sifat negatif lainnya yaitu menjadi malas, tidak mau mengeksplor dirinya, dan tidak yakin dengan kemampuan diri.
Kemudian penghambat berikutnya adalah selalu mencari jawaban yang tepat. Sebagai contoh, jika kita dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, pastinya kita akan mencari jawaban yang paling tepat, Memang baik jika mencari jawaban yang paling tepat, tetapi terkadang jika kita terus mencari jawaban yang paling tepat, kita cenderung menyalahkan jawaban-jawaban lain yang mungkin sekilas muncul tetapi menurut kita tidak sesuai. Karena berfikir seperti itu, akan tertanam di pola pikir kita bahwa hanya ada satu jawaban yang tepat.
Kemudian solusi untuk menghadapi hambatan tersebut adalah bagaimana kita harus berani mengambil resiko. Mengambil resiko tidaklah salah. Seperti istilah yang sering kita dengar, high risk high return. Dengan mengambil resiko, kita menjadi tau apa yang akan terjadi jika kita mengambil keputusan yang berbeda. Keputusan tersebut bisa menjadi keputusan yang ternyata adalah terbaik.
Solusi yang kedua adalah kita harus yakin bahwa kita kreatif. Sifat kreativitas itu tentunya telah ada di dalam diri setiap manusia. Jadi, jika diawali dengan keyakinan dalam diri kita bahwa kita kreatif, maka akan mudah ke depannya untuk kita bersikap kreatif dan melakukan inovasi tertentu.



Sumber :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. “Mahasiswa Harus Kreatif dalam penalaran”, dalam http://www.kopertis6.or.id/akreditasi/623-mahasiswa-harus-kreatif-dalam-penalaran.html. diunduh Kamis, 9 Oktober 2014

Penyelesaian dalam Suatu Masalah oleh Dini Oktaviani


Penyelesaian masalah merupakan bagian dari proses berpikir yang sering diangap sebagai proses paling kompleks. Kita sebagai mahasiswa yang sudah dianggap dewasa tentu saja pernah mengalami masalah dalam hidup. Bagaimanapun mau tidak mau jika ada suatu masalah harus diselesaikan sebagai sarana untuk mendewasakan diri.   Bagaimana cara kita menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses kita dalam hidup. Sementara masalah muncul silih berganti dalam berbagai bentuk dan ukuran ke dalam hidup kita.

Dalam menyelesaikan masalah kita perlu memerhatikan hal- hal berikut ini, yang pertama kita harus memahami dan mendefinisikan masalah, bagian ini merupakan bagian yan sangat penting karena menjadi awal dari seluruh proses pemecahan masalah. Tujuan pada bagian ini adalah memahami masalah denan baik dan menghilangkan bagian- bagian yang dirasa kurang penting. Kemudian yan kedua kita harus membuat rencana untuk pemecahan masalah, pada bagian ini terdapat dua kegiatan penting yaitu mencari berbagai cara penyelesaian yang mungkin diterapkan dan membuat rencana pemecahan masalah. Penyelesaian masalah biasanya tidak hanya satu tapi mungkin bisa beberapa macam. Sebagai conto, apabila kita berada di kota Semarang dan ingin pergi ke Jakarta, maka banyak cara yang mungkin bisa dilakukan, misalnya kita bisa menmpuh denan ankutan darat, laut, ataupun udara. Denan ankutan darat kita bisa mengunakan kereta api, bus atau angkutan yang lain. Jadi banyak cara penyelesaian yan dapat kita kembangkan. Dari sekian banyak penyelesaian kita harus memilih satu yang merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Setelah itu kita harus merancang dan menerapkan rencana untuk memperoleh cara penyelesaian, pada bagian ini rencana kasar penyelesaian masalah diperbaiki dan diperjelas dengan pembagian dan urutan rinci yang harus ditempuh dalam penyelesaian maslah. Dan yang terakhir kita harus memeriksa dan menyampaikan hasil dari pemecahan masalah, proses ini bertujuan untuk memeriksa apakah ketepatan hasil dari cara yan dipilih telah memenuhi tujuan yang diinginkan. Selain itu juga untuk melihat bagaimana daya guna dari cara yang dipilih.





Sumber :
Hadi, Kusuma. 2011. “Pemecahan Masalah” dalam,
http://lingga-repeluone.blogspot.com/p/pemecahan-masalah.html. diunduh Selasa, 7 Oktober 2014

Kritik Transportasi oleh Dini Oktaviani

Transportasi

Pemerintah Daerah Se-Jabotabek Setuju Transportasi Massal

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menaikkan tarif kereta rangkaian listrik Commuter Line AC se-Jabodetabek sebesar Rp.2.000 per 1 Oktober 2012.

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan seluruh kepala daerah di sekitar Jakarta sepaham soal transportasi massal yang terhubung antar-kawasan. "Mereka setuju ada moda transportasi massal yang bisa menghubungkan seluruh kawasan," ujarnya di Hotel Borobudur, Selasa, 23 September 2014.
Rabu pekan lalu, Ahok bertemu dengan kepala daerah dari Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta Tangerang Selatan. Hanya Pemerintah Kota Depok yang tidak mengirim perwakilannya. Dalam pertemuan di Wisma Nusantara itu, mereka membicarakan berbagai masalah perkotaan, khususnya soal transportasi.
"Saya sudah meminta supaya kota-kota di sekitar Jakarta terbuka kalau nanti Jakarta mau bikin rute MRT atau BRT sampai Bogor atau Tangerang," tutur Ahok. Dia mengklaim semua kepala daerah itu setuju. DKI Jakarta, kata dia, tidak perlu memberikan insentif tertentu untuk pembukaan trayek transportasi baru itu kepada pemerintah daerah setempat. "Ini sudah komitmen kami, ya saling membantulah."
Ahok menginginkan koridor MRT tidak hanya terbatas di dalam kota Jakarta, tapi memanjang hingga Bogor, Depok, dan Bekasi. Dengan begitu, ujar dia, kemacetan akan tereliminasi dan penduduk daerah tetangga yang bekerja di Jakarta akan lebih memilih naik transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.



Sumber :
Utama, Praga. 2014. “Pemerintah Daerah Se-Jabotabek Setuju Transportasi Massal”, dalam http://www.tempo.co/read/news/2014/09/24/231609241/Pemerintah-se-Jabotabek-Setuju-Transportasi- Massal. Diunduh Kamis, 9 Oktober 2014

Critical Review
Pendapat  saya tentang artikel dari media massa di atas adalah sudah tepat apa yang telah direncanakan Pak Ahok. Dengan harapannya koridor MRT tidak hanya terbatas di dalam kota Jakarta, tetapi juga memanjang hingga Bogor, Depok, dan Bekasi. Supaya dapat menjangkau daerah-daerah yang jauh. Beliau berharap kemacetan akan tereliminasi dan penduduk daerah tetangg yang bekerja di Jakarta akan lebih memilih naik transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Namun hanya saja untuk saat ini pengerjaan proyek di Jakarta masih tersendat dan terkendala beberapa masalah yaitu berhentinya pembangunan proyek selama beberapa bulan akibat ditemukan masalah di lapangan salah satunya yakni masalah utilitas, seperti pipa gas, telepon, listrik, PAM, serta fiber optik. Selain masalah-masalah tersebut, MRT juga terkendala pembangunan jalan pengganti di lokasi Stasiun Lebak Bulus, Cipete, Haji Nawi, Blok A, dan Blok M, serta rencana lahan untuk pembangunan jalur layang transportasi berbasis rel itu di Jalan Kartini juga masih dalam tahap negosiasi harga.

Menurut saya pemerintah harus segera turun tangan untuk pembangunan MRT supaya masyarakat dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum, misalnya MRT. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang semakin menjadi-jadi. Pemerintah juga dapat melakukan sosialisasi penggunaan MRT supaya masyarakat lebh memahami keuntungan menggunakan angkutan umum. Dengan begitu masyarakat dapat menggunakan MRT sebagai alat transportasi sehari-hari.

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Rianto Josua

Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, bahkan ada yang mengatakan sebagai suatu yang aneh. Karena mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya.
Mahasiswa, secara etimologis berarti siswa yang di-maha-kan, siswa yang dihormati dan dihargai di lingkungan sekitar terutama lingkungan berbangsa bernegara. Bukan hanya itu, melainkan ada yang lebih substansial lagi, mahasiswa dalam menjalankan aktifitasnya dituntut untuk mandiri, kreatif, dan idependen. Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.
Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.

Sumber : Nenu.2009.dalam “http://nenu666.blogspot.com/2011/12/peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan.html” diunduh pada 26 September 2014





























Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Mahasiswa

Disiplin adalah sikap patuh terhadap peraturan yang berlaku, sikap disiplin sangat penting dalam kegiatan perkuliahhan di kampus. Sikap tersebut dapat menciptakan suasana perkuliahhan yang nyaman dan kondusif, dengan bersikap disiplin mahasiswa dapat mencapai tujuan perkuliahhan. Sikap disiplin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi perkuliahhan. Apabila seorang mahasiswa memiliki sikap disiplin dalam kegiatan perkuliahhan, maka kepatuhan dan ketekunan perkuliahan akan terus meningkat sehingga membuat prestasi perkuliahhan meningkat juga. Unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian disiplin mencakup beberapa hal,diantaranya:
1. Taat, artinya selalu patuh pada peraturan yang berlaku. Ketaatan didalam disiplin belajar diperlukan supaya setiap waktu yang ada dapat digunakan secara seimbang. Disiplin belajar bukanlah menggunakan semua waktu yang ada hanya belajar akan tetapi diimbangi dengan kegiatan lain.
2. Tertib, berarti mengerjakan kegiatan dengan kesadaran secara sistematis untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Didalam kuliah mahasiswa secaara sistematis (terarah) yaitu didalam kegiatan perkuliahhan sebaiknya mahasiswa  menentukkan arah dan tujuan dari perkuliahhan sehingga dengan begitu akan tercapai hasil yang efektif dan efesien.
3. Tanggung Jawab, adalah kegiatan yang dikerjakan dengan penuh rasa memiliki dan rasa memiliki dan rasanya menjaganya agar setiap kegiatan yang dikerjakan betul-betul dapat dipercaya kebenaranya. Pada saat kuliah diperlukan adanya rasa tanggung jawab dari dalam diri mahasiswa supaya pada saat kulia menumbuhkan rasa memiliki kewajiban untuk belajar sehingga akan membuat mahasiswa lebih terfokus pada pelajaran yang dipelajari dan bukan pada hal lain.Jadi apabila mahasiswa memiliki sikap disiplin yang tinggi dalam kegiatan kuliah tentunya prestasi belajar yang diperoleh menjadi baik.
 . Menjadi seorang mahasiswa banyak sekali kewajiban yang harus di pertanggung jawabkan.cntohnya seperti tugas-tugas yang telah diberikan oleh dosen, tanggung jawab untuk belajar ,tanggung jawab untuk menyelesaikan perkuliahan sampai lulus, tanggung jawab menjaga diri sendiri dan masih banyak lagi tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai seorang mahasiswa. kita ambil contoh kewajiban menjaga diri sendiri. sebagai seorang mahasiswa kita sudah dilatih oleh orang tua untuk lebih mandiri dalam menjaga diri kita sendiri, karena dalam perkulihan kita di ajarkan untuk melakukan apa-apa sendiri. oleh sebab itu orangtua sudah tidak bisa mengontrol aktifitas keseharian anak-anaknya. jadi kita sebagai mahasiswa harus bisa bertanggung jawab dalam menjaga dirinya sendiri.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar, Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti ia telah bertanggung jawabTanggung jawab Mahasiswa atas badannya.

Sumber  : dalam http://www.academia.edu /tanggung-jawab-dan-disiplin-dalam-mahasiswa diunduh pada tanggal 26 September 2014

Kreativitas Dalam Diri Mahasiswa oleh Rianto Josua

Zaman yang semakin berkembang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta cepatnya dalam mendapatkan suatu informasi di segala bidang, membuat individu dihadapkan pada beberapa tuntutan untuk dapat menghadapi tantangan zaman. Tuntutan-tuntutan tersebut berupa kemampuan menyesuaikan diri, bergerak dengan cepat serta mampu untuk mencari alternatif baru dalam proses pemecahan masalah, sehingga dalam mengantisipasi perkembangan tersebut individu harus memiliki kemampuan dan kreativitas terhadap tantangan yang baru. Terwujudnya kreativitas juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:

1. faktor internal individu, faktor yang berasal dari dalam individu yang dapat mempengaruhi kreativitas, diantaranya sikap terbuka terhadap pengalaman dan rangsangan dari luar atau dalam individu, evaluasi internal dimana kemampuan individu dalam menilai produk hasil ciptaan seseorang yang ditentukan oleh dirinya sendiri, dan kemampuan untuk bermain dan mengadakan eksplorasi terhadap unsur-unsur, bentuk-bentuk, konsep atau membentuk kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.

2. faktor eksternal (lingkungan) yaitu lingkungan yang memberikan dukungan dan kebebasan bagi individu. Lingkungan dalam arti sempit yaitu keluarga dan lembaga pendidikan. Lingkungan lembaga pendidikan cukup besar pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir anak didik untuk menghasilkan suatu produk kreativitas, yaitu berasal dari pendidik.
Timbul dan berkembangnya kreativitas menjadi suatu kreasi juga merupakan sesuatu yang tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu tinggal. Lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan kreativitas adalah lingkungan yang menghargai kreativitas. Lembaga pendidikan menjadi salah satu sarana utama pendidikan dalam meningkatkan kreativitas
Pendidikan juga mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan Negara. Seperti yang tercantum pada Pasal 3 UU Sisdiknas tahun 2003 (dalam Suparlan, 2004) bahwa : ”Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Salah satu tempat dimana pendidikan diberikan selain sekolah, khususnya secara formal adalah perguruan tinggi.

Sumber :
Wahdah.2010.Kreativitas dalam Diri Mahasiswa, dalam http://repository.usu.ac.id,diunduh 8 oktober 2014

Kritik Transportasi oleh Rianto Josua

TRANSPORTASI
Ambon, Tribun-Maluku.com : Untuk masalah Transportasi dan Parkiran para juru parkir (Jukir) perlu ikut Bimbingan Teknis (Bimtek), hal ini di ungkapkan Kepala Bidang darat Perhubungan Kota Ambon Ir Dody Rettop MT kepada Tribun-Maluku.com di balai Kota,  Kamis (7/8). Untuk itu pihaknya telah mengusulkan  kegiatan tersebut kepada Walikota Ambon Richard Lohenapessy , direncanakan Bimtek akan di laksanakan pada bulan Oktober bagi 50 orang Jukir .“Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait transportasi dan parkiran  yang mendalam bagi Jukir ,sehingga di dalam menjalankan tugas Jukir sudah tahu tugas dan fungsi mereka,” kata Dody.
Diakuinya Dinas Perhubungan Kota Ambon telah  bekerja sama dengan Polres Pulau Ambon dan Pulau - Pulau Lease serta stake holder lainnya yang mempunyai kepentingan dengan masalah transportasi dan perparkiran.Sampai sekarang ini Dishub juga sementara mengambil langkah - langkah dan melakukan penertiban - penertiban terutama pada beberapa ruas jalan yang dijadikan sebagai pilot projects ebagai kawasan tertib parkir.“Terkait dengan penataan perparkiran di Kota Ambon sekarang ini kita fokuskan pada enam  ruas jalan yang menjadi pilot project penataan proyek difokuskan pada tiga jalan utama yakni jalan, A.J.Patty, jalan A.M.Sangaji dan jalan Diponegoro,” ungkapnya .Dia menambahkan , pada awalnya itu pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan Polres dan sudah beberapa kali Polres sudah mendukung dalam kegiatan itu. "Kami juga berharap bahwa memang sesuai dengan amanat di mana rambu - rambu lalu lintas sampai pada lahan perparkiran sudah disiapkan, dan pada gilirannya penindasan hukum itu adalah domain dari pihak Polres dalam hal ini polisi lalu lintas yang berkewajiban untuk melakukan tilang apabila ada pelanggaran," ujarnya.
Undang – undang, menurut Dody,  tidak memberikan ruang bagi Dishub guna mengambil langkah- langkah untuk melakukan tilang bagi pelanggar. Dia mencontohkan, seperti yang dilakukan di jalan A.J.Patty terhadap kendaraan roda dua yang memang parkir dikawasan yang memang bukan lahan parkir, maka Dishub hanya bisa menggembok bannya saja dan pemilik diarahkan kepada pihak Polantas, setelah mendapat blangko tilang maka gembok akan dibuka kembali  (TM-06).

Sumber : Tribun Maluku.2014.Masalah Transportasi dan Parkiran,dalam http://www.tribun-maluku.com/,diunduh 8 Oktober 2014



Kritik :
Dinas Perhubungan kota Maluku menurut saya memiliki tindakan yang bagus untuk penangganan masalah transportasi di kota Maluku, seharusnya jangan hanya diterapkan di Kota Maluku hal seperti ini harus diterapkan di semua kota di Indonesia untuk menertibkan masalah transportasi yang semrawut di Indonesia karena juru parkir memiliki peranan yang sangat penting dalam transportasi karena mereka mengatur lahan parkir agar tidak kacau jangan sampai terjadi kecelakaan dan sebagainya. Kebanyakan tukang parkir sekarang semena – mena dalam bertugas karena hal tersebut banyaklah orang yang tidak ingin parkir dengan baik.
Menurut saya seharusnya juru parkir itu memiliki gaji yang pasti dari pemerintah dan para pengguna lahan parkir tidak harus membayar setiap kali parkir karena salah satu orang tidak mau parkir atau diatur karena harus membayar. Jika pelatihan juru parkir dilaksanakan pastinya akan sangat menguntungkan bagi pengguna parkir karena mereka tidak perlu khawatir terhadap keselamatan pengemudi dan kendaraannya itu sendiri.
Transportasi di Indonesia sangat tinggi, jika harus menggandalkan Polisi saja saya rasa kurang efektif nah disinilah peran juru parkir mereka yang selalu stay dalam satu hari dan terjadwal harus mampun menanggani masalah lalu lintas di lingkungan mereka bekerja karena Polisi hanya berjaga – jaga tidak setiap saat.