Ide kreatif tidak jatuh begitu saja dari langit ketika orang lagi bengong seperti mendapat wangsit. Prinsipnya, barang siapa tidak menanam maka dia tidak akan memetik hasilnya. Bibit-bibit ide kreatif perlu ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk hal tersebut antara lain : Banyak membaca, sering berdiskusi, mendengar keluhan kritik dan saran, mengagumi dan meniknati alam, berfikir tidak mengikuti mainstream, berdoa dan memohon petunjuk dari sang pencipta.
Kreatif adalah sebuah kata sifat untuk menggambarkan sesuatu yang dari tidak ada menjadi ada, dari bahan mentah menjadi bahan jadi, dari sesuatu yang tidak berbentuk menjadi sesuatu yang indah, atau bahkan dari sesuatu yang tidak terpikirkan orang menjadi sesuatu yang bermanfaat buat orang. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orang tua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak mahasiswa merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja. Padahal, hal itu tidak benar. Houtz (seorang psikolog) juga menekankan bahwa kreativitas bukanlah suatu bakat yang dianugerahkan sejak lahir, melainkan sesuatu yang harus diusahakan dengan kerja keras. Menurutnya, orang-orang kreatif adalah mereka yang memiliki kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka, agar kreativitas meningkat, mahasiswa ditekankan harus rajin mempelajari hal-hal baru. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, berdiskusi, atau bergabung di forum maupun organisasi. Tidak jarang solusi untuk memecahkan suatu masalah terinspirasi dari hal-hal yang baru dipelajari tersebut.
Ditinjau dari aspek kehidupan manapun, kebutuhan akan kreatifitas sangatlah penting. Dengan meningkatkan peran dan kreatifitas serta akhlak dan kebaikan moral maka akan terciptanya mahasiswa yang mampu untuk berinovasi dan bersaing secara global. Jika semua hal ini dikolaborasikan maka lengkap sudahlah semua aspek yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi globalisasi. Dengan siapnya mahasiswa menghadapi persaingan global, maka siap pula lah Indonesia terjun ke pasar global. Sebagai mahasiswa yang di anggap sebagai calon pemimpin bangsa dan sebagai agen perubah, banyak harapan dan saran yang muncul bagi mahasiswa tersebut. Dan diharapkan mahasiswa dapat membawa Indonesia tidak terjerumus ke dalam dampak negatif era globalisasi ini. Maka dari itu persiapkanlah dirimu sedini mungkin untuk turut serta meramaikan globalisasi, karena Indonesia butuh peran dan kreatifitas mahasiswa untuk menghadapi globalisasi.
Sumber :
Suyanto.2005 Rahasia Menuai Bisnis Tanpa Uang.Yogyakarta:penerbit andi
Suyanto.2006 Merubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan.Yogyakarta:penerbit andi
Suprapti, Novi. 2010. Pentingnya Kreativitas Dalam Kehidupan,dalam http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/14/pentingnya-kreativitas-dalam-kehidupan-316324.html,diunduh tanggal 7 Oktober 2014
No comments:
Post a Comment