Friday, October 10, 2014

PERAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA oleh Cyndiana P


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya setiap individu atau kelompok pasti memiliki tugas dan peranannya masing-masing sesuai apa yang sedang ia jalani, tekuni dan kerjakan pada saat ini. Setiap hal yang mereka lakukan tentu memiliki nilai-nilai positif tersendiri yang berharga dan bermanfaat demi kemajuan negaranya serta tidak merugikan dirinya maupun orang lain. Jadi, suatu hal yang lumrah bila kita sebagai mahasiswa sekaligus generasi penerus bangsa tentu memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan suatu negara sebab siapa lagi yang akan memajukan dan meningkatkan negara ini kalau bukan kita para mahasiswa. Seorang mahasiswa dituntut harus mampu menciptakan kreativitas dan inovasi-inovasi yang dijadikan dasar, kiat untuk menciptakan peluang keberhasilan dan kesuksesan.
Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi di sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Di era pembangunan pada saat ini, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa. Mahasiswa sudah seharusnya dapat berperan dan menjadi garda dalam pembangunan bangsa. Peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa yaitu:
1. Kontrol Sosial, mahasiswa dapat menjadi kontrol bagi berjalannya pemerintahan. Baik dalam pembuatan kebijakan maupun peraturan yang dilakukan oleh pemerintah. Mahasiswa juga bisa sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aspirasi ini bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan salah satunya dengan cara demonstrasi, tetapi demonstrasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan dan tidak anarkis, serta tidak merusak infrastuktrur maupun sarana dan prasarana yang ada.
2. Perubahan, sebagai kaum intelektual peranan mahasiswa sangat dibutuhkan dan penting dalam perubahan bangsa. Mahasiswa dapat merealisasikan teori yang di pelajarinya di kampus, terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa juga harus berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan memberikan solusi. Selain itu mahasiswa sebagai kaum intelektual adalah generasi penerus bangsa untuk meneruskan dan menggantikan generasi sebelumnya untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.
3. Iron Stock, yaitu mahasiswa sebagai penerus atau aset cadangan bangsa untuk melakukan perubahan. Selain itu mahasiswa adalah harapan bangsa untuk meneruskan perjuangan di masa depan. Sebagai golongan muda pasti pada waktunya akan menggantikan golongan tua, baik pada orginasasi maupun pada pemerintahan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita mempersiapkan diri sebagai garda penerus perubahan bangsa di masa depan.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu:
1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
2. sebagai agen perubahan (agent of change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus. Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
1. Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
2. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
3. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan. Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.
Kesimpulannya bahwa peran mahasiswa bagi bangsa dan negera ini bukan hanya duduk di depan meja dan mendengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.

Sumber:
Muflihuun, Humul. 2012. Makalah Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam  http://karya123.blogspot.com/2012/02/makalah-peranan-mahasiswa-dalam.html diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.
Santoz, Adi. 2012. Peranan Generasi Muda dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, dalam http://politik.kompasiana.com/2014/06/01/peran-mahasiswa-dalam-pembangunan-bangsa-661866.html di unduh hari rabu, tanggal 23 September 2014.

PENTINGNYA SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN DISIPLIN DALAM DIRI MAHASISWA oleh Cyndiana P


Kemajuan suatu negara pada dasarnya merupakan tingkat keberhasilan dari suatu negara tertentu ke arah yang lebih baik dan berpotensi untuk menjadi negara maju. Dalam diri setiap orang tentu memiliki rasa ingin maju dan menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya bukan menjadi orang yang merugi ataupun orang yang celaka. Hal semacam itu harus di ikuti dengan berbagai sikap yang positif terutama sikap tanggung jawab dan disiplin. Mahasiswa selalu di kaitkan dengan kedua sikap tersebut karena hal itu yang menjadi prinsip dasar mahasiswa dalam meraih kesuksesan. Sikap tanggung jawab dan disiplin sangatlah penting bagi mahasiswa dalam kemajuan dirinya sendiri maupun untuk kemajuan negaranya. Setiap mahasiswa di tuntut untuk dapat mengemban tugasnya secara baik dan sesuai dengan format dan ketentuannya. Jika sikap tanggung jawab dan disiplin itu tidak ada dalam diri mahasiswa tentu hal itu menjadi mustahil untuk dilakukan dan berhasil.
Kedisiplinan adalah salah satu faktor penting dalam pembelajaran. Mahasiswa yang kurang berprestasi bukan hanya di sebabkan oleh faktor kemampuan. Namun bisa juga diakibatkan karena tidak adanya kedisiplinan. Disiplin adalah suatu sikap dan perilaku dalam mematuhi segala aturan dalam bertingkah laku. Jika dikaitkan dengan belajar maka disiplin belajar adalah suatu sikap dan perilaku individu dalam mematuhi norma dan etika dalam belajar. Selain memiliki kemampuan dan kecakapan seorang mahasiswa bisa dikatakan memiliki komitmen jika ia selalu bersemangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa. Sudah menjadi kebiasaan manusia suka melanggar aturan, tapi tidak bagi anda yang berakal sehat, yang mampu melihat efek yang akan ditimbulkan dari apa yang telah di lakukan. Jadi kedisiplinan begitu penting, maka sedini mungkin mahasiswa harus membiasakan diri untuk disiplin, meskipun awalnya itu akan sangat berat. Ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kedisiplinan mahasiswa yaitu:
1. Faktor dari dalam diri
Faktor dari dalam ini yang paling menunjang adalah minat dan motivasi. Minat adalah motif yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan motivasi adalah suatu energi atau dorongan untuk melakukan minat. Jadi bisa di katakan bahwa minat dan motivasi adalah dua hal yang saling terkait. Jika mahasiswa tidak memiliki minat dan motivasi yang tinggi, maka akan sulit baginya mewujudkan suatu kedisiplinan belajar yang baik.
2. Faktor Dari Luar Diri
Faktor lingkungan ini yang paling mendominasi, adalah lingkungan pergaulan. Banyak kasus di lapangan menunjukkan banyak mahasiswa yang kurang disiplin cenderung dikarenakan pengaruh dari lingkungan pergaulan. Karena lingkungan pergaulan yang salah, akan sangat berdampak pada pola pikir dan psikologis mahasiswa. Untuk itulah sebagai mahasiswa harus benar-benar selektif dalam bergaul. Selektif disini bukan berarti pilih-pilih dalam pergaulan. tapi lebih condong mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada.
Tanggung jawab merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk suatu hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang. Tanggung jawab merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Setiap individu memiliki sifat tanggung jawab. Tanggung jawab akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat.
Beberapa Macam Tanggung Jawab yang harus ada dalam diri mahasiswa:
1. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
Tanggung jawab seorang mahasiswa dengan mahasiswa lain berbeda-beda, setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab kepada dirinya sendiri dengan berlaku adil dan memiliki kesadaran untuk memenuhi segala kewajibannya sebagai mahasiswa..
2. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang selalu memerlukan orang lain didalam kehidupannya. Dengan demikian seorang mahasiswa dituntut untuk melakukan komunikasi dengan mahasiswa ataupun masyarakat sekitar. Sehingga mahasiswa mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat untuk melangsungkan kehidupannya.
3. Tanggung jawab terhadap Bangsa atau Negara
Tiap mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk bangsa dan negaranya karena mahasiswa merupakan pelopor generasi muda dalam kemajuan suatu bangsa atau Negara.
4. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Manusia di dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, untuk itu sebagai mahasiswa yang baik kita harus melaksanakan perintah dari Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Karena kita sebagai mahasiswa mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan.

Sumber:
Binham, Rona. 2013. Pentingnya Kedisiplinan Belajar di Kampus, dalam http://cafemotivasi.com/pentingnya-kedisiplinan-belajar-di-kampus/ diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.
Siddiq, Jakfar. 2013. Tanggung Jawab Manusia, dalam http://sydycster.blogspot.com/2013/01/tanggung-jawab-mahasiswa.html diunduh hari sabtu, tanggal 20 September 2014.



Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Diri Mahasiswa oleh Natasha Carolina

Sikap menentukan bagaimana perilaku seorang individu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita mempunya sikap yang baik, maka interaksi kita dengan masyarakat bisa lancar dan mendapat respon yang baik pula. Maka dari itu sikap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bertanggung jawab dan disiplin adalah dua sikap penting yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa. Tanpa kedua sikap ini, proses pembentukan mahasiswa menjadi seorang yang intelijen bisa terhambat. Sikap ini sangat penting dan diperlukan khususnya dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa seperti kuliah, megerjakan tugas, melakukan kegiatan kelompok dan lain-lain.
Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Sikap tanggung jawab dalam diri mahasiswa sudah seharusnya ada. Sikap tanggung jawab adalah sikap yang mempunyai komitmen untuk tidak meninggalkan sesuatu ditengah jalan dan tidak melepas sesuatu  yang merupakan kewajibannya. Rasa tanggung jawab timbul dari kesadaran diri sendiri, bahwa dia mempunyai sesuatu yang tidak dapat ditelantarkan begitu saja. Banya sekali kegiatan mahasiswa yang menyangkut sikap tanggung jawab ini seperti tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, baik itu kelompok atau individu, tanggung jawab dalam menyelesaikan skripsi, tanggung jawab dalam menyelesaikan perkuliahan, dan masih banyak lagi. Untuk itu mahasiswa dituntut dan memang sudah sepatutnya mempuyai sikap tanggung jawab dalam diri sendiri. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu (Pratasetya, 2014).

Selain sikap bertanggung jawab, ada satu sikap lagi  yang memang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yaitu sikap disiplin. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap disiplin sangat mempengaruhi kegiatan perkuliahan dan prestasi dari mahasiswa tersebut. Jika mempunyai sikap disiplin yang dari kesadaran sendiri, kegiatan perkuliahan mahasiswa lancar dan prestasi meningkat. Tidak hanya dalam kehidupan perkuliahan, tapi sikap ini juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang banyak membutuhkan sikap disiplin dan sikap mempunyai komitmen dalam mengerjakan suatu kewajibannya. Jika tidak disiplin, mahasiswa secara tidak langsung akan dituntut untuk menjadi seorang yang disiplin oleh lingkungan disekitarnya karena tugas-tugas dan kegiatan perkuliahan yang padat merupakan kewajiban dari mahasiswa itu dan bisa berjalan dengan lancar jika dijalani dengan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu perlu kesadaran diri yang tinggi bagi mahasiswa untuk punya sikap bertanggung jawab dan disiplin demi kelancaran kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, kedua sikap tersebut muncul karna adanya paksaan dari pihak luar seperti masyarakat, keluarga, teman, bahkan orangtua. Sikap yang timbul karena paksaan akan berbeda dengan sikap yang timbul karna kesadaran diri sendiri. Sikap tanggung jawab dan disiplin yang timbul karena kesadaran diri sendiri akan terasa lebih ringan untuk dilakukan dan diterapkan sehari-hari dibanding dengan sikap yang timbul karna paksaan dari pihak luar. Oleh karna itu alangkah baiknya bagi kita semua mahasiswa untuk mulai menyadarkan diri akan pentingnya sikap disiplin dan bertanggung jawab demi kebaikan pribdi dan orang banyak.

Sumber:
http://www.academia.edu/6464602/MAKALAH
http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab-567952.html

Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Natasha Carolina


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mahasiswa memegang peran yang secara tidak langsung memberi dampak baik yang positif maupun negatif terhadap orang-orang disektarnnya. Dalam perannya ini mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu (peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990) tetapi juga sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan menunjukkan bahwa mahasiswa, dalam peranannya mempunyai pengaruh yang besar sehingga dapat memunculkan suatu gerakan perubahan pada masyarakat berupa perubahan positif yang sangat menguntungkan bagi kaum masyarakat maupun  mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa dalam kehidupannya sehari-hari mempunyai budaya atau kebiasaan juga pola pikir yang di tanamkan dalam hidupnya selama menimba ilmu di tingkat perguruan tinggi. Kebiasaan atau budaya ini berbeda pada tiap individu dan biasanya terpengaruh karna faktor universitas, fakultas, jurusan, maupun wilayah dimana mahasiswa tersebut menimba ilmu. Mahasiswa yang mempuyai budaya dan pola pikir yang sama biasanya mempunyai suatu kesamaan baik itu mungkin dari bidang organisasi atau jurusan dan fakultas. Dari kelompok-kelompok kecil mahasiswa satu budaya inilah budaya tersebut tersebar sampai ke ruang yang lebih luas, sehingga bisa menimbulkan suatu pergerakan yang berujung pada dampak positif di masyarakat. Tapi untuk mencapai perubahan positif pada masyarakat, diperlukan perubahan pada diri mahasiswa masing-masing. Baru dari individu tersebut bersama dengan mahasiswa yang lain membentuk suatu pergerakan perubahan dan terjadilah proses sampai nantinya timbul sebuah dampak positif yang menguntungkan baik bagi mahasiswa yang merupakan agent of change atau masyarakat yang ikut serta dalam proses perubahan itu.


Sementara itu dalam peranannya sebagai social control atau kontrol sosial, mahasiswa mengontrol dalam skala kecil, yaitu mengontrol dirinya sendiri terlebih dahulu. Individu yang bisa mengontrol diri akan bisa mengontrol individu-individu lain yang ada di sekitarnya. Dimulai dari skala kecil kemudian menjadi skala yang lebih besar lagi. Peran mahasiswa sebagai social control dinyatakan pada tahun 1998 dimana para mahasiswa berdemo dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Sebagai social control mahasiswa bukan justru berdemo dengan anarkis, membakar ban, dan membuat macet jalanan, tetapi seharusnya lebih banyak melakukan aktifitas-aktifitas yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contohnya seperti membuat gerakan baru menuju perubahan karna mahasiswa juga merupkan agent of change, atau mungkin membuat komunitas atau organisasi yang bertujuan untuk pengembangan bangsa. Kontrol sosial berarti mahasiswa mengontrol sosial, masyarakat dalam skala yang luas, dan bukan dengan asal-asalan mereka diberi sebutan sebagai social control karna sudah terbukti dan secara tidak langsung menjadi ciri khas dan sekaligus menjadi tugas bagi mahasiswa itu sendiri untuk mengontrol kehidupan sosial menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan pada kompasiana.com, untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat. Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.




Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/19/rasa-kebersyukuran-sebagai-langkah-awal-upaya-revitalisasi-peran-mahasiswa-sebagai-agen-of-change-dan-social-control-indonesia-saat-ini-sedang-dihadapi-dengan-problematika-yang-sangat-rumit-di-segala--649097.html

http://wikipedia.com




Pentingnya Sikap Tanggung Jawab dan Disiplin dalam Diri Mahasiswa oleh Natasha Carolina

Sikap menentukan bagaimana perilaku seorang individu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita mempunya sikap yang baik, maka interaksi kita dengan masyarakat bisa lancar dan mendapat respon yang baik pula. Maka dari itu sikap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bertanggung jawab dan disiplin adalah dua sikap penting yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa. Tanpa kedua sikap ini, proses pembentukan mahasiswa menjadi seorang yang intelijen bisa terhambat. Sikap ini sangat penting dan diperlukan khususnya dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa seperti kuliah, megerjakan tugas, melakukan kegiatan kelompok dan lain-lain.

Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Sikap tanggung jawab dalam diri mahasiswa sudah seharusnya ada. Sikap tanggung jawab adalah sikap yang mempunyai komitmen untuk tidak meninggalkan sesuatu ditengah jalan dan tidak melepas sesuatu  yang merupakan kewajibannya. Rasa tanggung jawab timbul dari kesadaran diri sendiri, bahwa dia mempunyai sesuatu yang tidak dapat ditelantarkan begitu saja. Banya sekali kegiatan mahasiswa yang menyangkut sikap tanggung jawab ini seperti tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, baik itu kelompok atau individu, tanggung jawab dalam menyelesaikan skripsi, tanggung jawab dalam menyelesaikan perkuliahan, dan masih banyak lagi. Untuk itu mahasiswa dituntut dan memang sudah sepatutnya mempuyai sikap tanggung jawab dalam diri sendiri. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu (Pratasetya, 2014).

Selain sikap bertanggung jawab, ada satu sikap lagi  yang memang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa yaitu sikap disiplin. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap disiplin sangat mempengaruhi kegiatan perkuliahan dan prestasi dari mahasiswa tersebut. Jika mempunyai sikap disiplin yang dari kesadaran sendiri, kegiatan perkuliahan mahasiswa lancar dan prestasi meningkat. Tidak hanya dalam kehidupan perkuliahan, tapi sikap ini juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Berinteraksi dengan orang banyak membutuhkan sikap disiplin dan sikap mempunyai komitmen dalam mengerjakan suatu kewajibannya. Jika tidak disiplin, mahasiswa secara tidak langsung akan dituntut untuk menjadi seorang yang disiplin oleh lingkungan disekitarnya karena tugas-tugas dan kegiatan perkuliahan yang padat merupakan kewajiban dari mahasiswa itu dan bisa berjalan dengan lancar jika dijalani dengan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu perlu kesadaran diri yang tinggi bagi mahasiswa untuk punya sikap bertanggung jawab dan disiplin demi kelancaran kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, kedua sikap tersebut muncul karna adanya paksaan dari pihak luar seperti masyarakat, keluarga, teman, bahkan orangtua. Sikap yang timbul karena paksaan akan berbeda dengan sikap yang timbul karna kesadaran diri sendiri. Sikap tanggung jawab dan disiplin yang timbul karena kesadaran diri sendiri akan terasa lebih ringan untuk dilakukan dan diterapkan sehari-hari dibanding dengan sikap yang timbul karna paksaan dari pihak luar. Oleh karna itu alangkah baiknya bagi kita semua mahasiswa untuk mulai menyadarkan diri akan pentingnya sikap disiplin dan bertanggung jawab demi kebaikan pribdi dan orang banyak.

Sumber:
http://www.academia.edu/6464602/MAKALAH
http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/12/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab-567952.html





Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Natasha Carolina

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mahasiswa memegang peran yang secara tidak langsung memberi dampak baik yang positif maupun negatif terhadap orang-orang disektarnnya. Dalam perannya ini mahasiswa tidak hanya sebagai peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu (peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990) tetapi juga sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan menunjukkan bahwa mahasiswa, dalam peranannya mempunyai pengaruh yang besar sehingga dapat memunculkan suatu gerakan perubahan pada masyarakat berupa perubahan positif yang sangat menguntungkan bagi kaum masyarakat maupun  mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa dalam kehidupannya sehari-hari mempunyai budaya atau kebiasaan juga pola pikir yang di tanamkan dalam hidupnya selama menimba ilmu di tingkat perguruan tinggi. Kebiasaan atau budaya ini berbeda pada tiap individu dan biasanya terpengaruh karna faktor universitas, fakultas, jurusan, maupun wilayah dimana mahasiswa tersebut menimba ilmu. Mahasiswa yang mempuyai budaya dan pola pikir yang sama biasanya mempunyai suatu kesamaan baik itu mungkin dari bidang organisasi atau jurusan dan fakultas. Dari kelompok-kelompok kecil mahasiswa satu budaya inilah budaya tersebut tersebar sampai ke ruang yang lebih luas, sehingga bisa menimbulkan suatu pergerakan yang berujung pada dampak positif di masyarakat. Tapi untuk mencapai perubahan positif pada masyarakat, diperlukan perubahan pada diri mahasiswa masing-masing. Baru dari individu tersebut bersama dengan mahasiswa yang lain membentuk suatu pergerakan perubahan dan terjadilah proses sampai nantinya timbul sebuah dampak positif yang menguntungkan baik bagi mahasiswa yang merupakan agent of change atau masyarakat yang ikut serta dalam proses perubahan itu.


Sementara itu dalam peranannya sebagai social control atau kontrol sosial, mahasiswa mengontrol dalam skala kecil, yaitu mengontrol dirinya sendiri terlebih dahulu. Individu yang bisa mengontrol diri akan bisa mengontrol individu-individu lain yang ada di sekitarnya. Dimulai dari skala kecil kemudian menjadi skala yang lebih besar lagi. Peran mahasiswa sebagai social control dinyatakan pada tahun 1998 dimana para mahasiswa berdemo dan menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden. Sebagai social control mahasiswa bukan justru berdemo dengan anarkis, membakar ban, dan membuat macet jalanan, tetapi seharusnya lebih banyak melakukan aktifitas-aktifitas yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contohnya seperti membuat gerakan baru menuju perubahan karna mahasiswa juga merupkan agent of change, atau mungkin membuat komunitas atau organisasi yang bertujuan untuk pengembangan bangsa. Kontrol sosial berarti mahasiswa mengontrol sosial, masyarakat dalam skala yang luas, dan bukan dengan asal-asalan mereka diberi sebutan sebagai social control karna sudah terbukti dan secara tidak langsung menjadi ciri khas dan sekaligus menjadi tugas bagi mahasiswa itu sendiri untuk mengontrol kehidupan sosial menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan pada kompasiana.com, untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat. Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.




Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/19/rasa-kebersyukuran-sebagai-langkah-awal-upaya-revitalisasi-peran-mahasiswa-sebagai-agen-of-change-dan-social-control-indonesia-saat-ini-sedang-dihadapi-dengan-problematika-yang-sangat-rumit-di-segala--649097.html

http://wikipedia.com



Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Dini Oktaviani

Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa menjadi suatu komunitas unik yang khas, bahkan ada yang mengatakan sebagai suatu yang aneh. Karena mahasiswa secara historis telah mencatatkan kaki dalam sejarah perubahan, menjadi garda terdepan, dan motor penggerak perubahan. Komunitas mahasiswa dikenal dengan jiwa militannya dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya, yang lebih substansial lagi, mahasiswa mampu berada sedikit di atas kelas masyarakat karena dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya.

Mahasiswa selalu identik dengan “agent of change” kata-kata perubahan selalu menempel dengan erat sebagai identitas mahasiswa. Dari mahasiswalah diharapkan mampu melakukan perubahan dan pembaharuan dalam segala bidang di negeri ini. Dari mahasiswalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan bangsa dan Negara ini. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa.

Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan mengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum. Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
Mahasiswa selalu melahirkan pemikiran yang kritis, demokratis dan konstruktif, sebagai mahasiswa mungkin kita bertanya-tanya, sebenarnya apa fungsi mahasiswa, mahasiswa merupakan kaum akademis yang memiliki tiga fungsi utama. Pertama, mahasiswa sebagai penyampai kebenaran atau agent of social control. Kedua, mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Ketiga, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan atau iron stock. Mahasiwa tidak hanya menyandang sebagai kaum akademis tetapi juga sebagai kaum yang memikul tanggung jawab lebih yaitu tanggung jawab untuk memikirkan dan mengembangkan tujuan bangsa. Tetapi untuk memerankannya kita sebagai mahasiswa tidak harus bertindak seperti kaum yang tidak punya intelektual seperti demo, membuat kerusuhan, bentrok dan lain sebagainya. Justru dengan tindakan seperti itu masyarakat justru tidak akan berempati terhadap kita, karena mereka menganggap bahwa mahasiswa sekarang kebanyakan hanya membuat kerusuhan, mereka mempunyai pemikiran tersebut karena sering melihat di televisi tentang pemberitaan tersebut. Padahal sebenarnya mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi mereka dan menyerukan pendapat-pendapat mereka, tetapi hanya saja caranya salah. Sehingga sebagai kaum akademis tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebut karena itu sama halnya dengan mencoreng muka kita sendiri.

Sumber :
Prihatmawan, Wisnu. 2011. Peranan Mahasiswa dalam Kehidupan, dalam http://nenu666.blogspot.com/2011/12/peranan-mahasiswa-dalam-kehidupan.html. Diunduh Kamis, 25 September 2014
Ramadhan, Zulfikar. 2012. Tugas Esai Peran Dan Tanggung Jawab Mahasiswa Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, dalam http://id.scribd.com/doc/76901857/Tugas-Esai-Peran-Dan Tanggung-Jawab Mahasiswa-Dalam-Kehidupan-Berbangsa-Dan-Bernegara. diunduh Kamis, 25 September 2014